-
Donald Trump mengklaim dialog produktif dengan Iran guna mengakhiri konflik di Timur Tengah.
-
Mohammad Bagher Ghalibaf disebut sebagai pemimpin de facto Iran yang bernegosiasi dengan Amerika.
-
Pihak Iran membantah adanya negosiasi dan menyebut klaim Washington sebagai manipulasi pasar minyak.
Suara.com - Ketegangan bersenjata yang melibatkan Iran dalam tiga minggu terakhir mendadak memasuki fase yang tidak terduga.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan adanya komunikasi intensif dengan pihak Teheran pada 23 Maret 2026.
Klaim ini muncul setelah tewasnya Ali Khamenei yang memicu ketidakpastian kepemimpinan di negara para mullah tersebut.
Washington menyatakan bahwa pembicaraan tersebut bertujuan untuk menghentikan permusuhan total yang sedang membakar kawasan Timur Tengah.
Pernyataan damai ini sangat kontras dengan gertakan yang dilontarkan Trump hanya sehari sebelumnya pada 22 Maret.
Kala itu Washington memberikan ancaman akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik di seluruh penjuru Iran.
Ultimatum tersebut memberikan batas waktu 48 jam bagi Teheran untuk tunduk sebelum serangan udara diluncurkan.
Namun fokus publik kini beralih pada sosok yang menjadi lawan bicara Amerika Serikat dalam negosiasi rahasia itu.
Sebab putra mendiang Ali Khamenei yakni Mojtaba Khamenei belum menampakkan diri ke hadapan publik dunia.
Baca Juga: Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
Sosok Pemimpin De Facto yang Misterius
Donald Trump sendiri memberikan isyarat bahwa dirinya tidak berkomunikasi dengan sang ahli waris takhta tersebut.
"Kami belum mendengar kabar dari putranya (Khamenei)," ujar Trump.
Gedung Putih justru memberikan pujian kepada sosok misterius yang disebut sebagai pemimpin paling berwibawa di sana.
"Kami berhadapan dengan seorang pria yang saya yakini sebagai sosok paling dihormati dan seorang pemimpin," kata Trump kepada wartawan di Palm Beach, Florida.
Media internasional mulai berspekulasi bahwa orang kuat yang dimaksud adalah Ketua Parlemen Iran saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK