-
Donald Trump mengklaim dialog produktif dengan Iran guna mengakhiri konflik di Timur Tengah.
-
Mohammad Bagher Ghalibaf disebut sebagai pemimpin de facto Iran yang bernegosiasi dengan Amerika.
-
Pihak Iran membantah adanya negosiasi dan menyebut klaim Washington sebagai manipulasi pasar minyak.
Laporan dari The Jerusalem Post menyebutkan bahwa Mohammad Bagher Ghalibaf adalah tokoh sentral di balik layar.
Ghalibaf dikenal memiliki akar yang sangat kuat di dalam struktur Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Ia dinilai sebagai representasi kekuatan militer yang kini secara praktis mengendalikan stabilitas nasional Iran.
Lahir pada tahun 1961 di Torqabeh, perjalanan hidupnya ditempa oleh berbagai konflik bersenjata sejak usia muda.
Karier militernya dimulai dari milisi Basij hingga menjadi komandan termuda yang disegani dalam sejarah pasukan elit IRGC.
Kedekatan Strategis dengan Elite Penguasa
Selama perang melawan Irak, Ghalibaf membangun aliansi kuat dengan tokoh-tokoh kunci di sektor keamanan negara.
Hubungan emosionalnya dengan Ali Khamenei bahkan sudah terjalin sejak ia memimpin Divisi Nasr ke-5.
Setelah Ali Khamenei naik menjadi Pemimpin Agung, posisi politik Ghalibaf terus merangkak naik ke posisi strategis.
Baca Juga: Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
Ia pernah memegang kendali atas Markas Konstruksi Khatam al-Anbia yang menguasai sektor ekonomi pasca-perang.
Tak hanya di darat, ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara IRGC pada akhir 1990-an.
Ghalibaf dikenal sebagai sosok konservatif yang tidak ragu menggunakan kekuatan fisik untuk menjaga ketertiban.
Namanya tercatat sebagai salah satu penandatangan surat ultimatum yang mengancam kudeta terhadap pemerintahan reformis.
Saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Nasional, ia menginstruksikan tindakan keras terhadap aksi protes mahasiswa tahun 2003.
Reputasinya semakin tajam setelah muncul laporan mengenai perintah penembakan langsung terhadap para demonstran di jalanan.
Ketegasan inilah yang membuatnya tetap menjadi kepercayaan lingkaran terdalam rezim meski situasi politik berubah-ubah.
Ambisi Politik dan Skandal Korupsi
Meski memiliki karier militer gemilang, ambisi Ghalibaf untuk menjadi presiden selalu menemui jalan buntu.
Ia telah berkali-kali mencalonkan diri dalam pemilihan umum namun selalu kalah di putaran akhir.
Karier politiknya juga kerap dihantam oleh berbagai isu miring terkait penyalahgunaan wewenang dan korupsi.
Beberapa pihak bahkan melabelinya sebagai figur yang kebal hukum karena perlindungan dari elite penguasa.
Kendati demikian, ia sukses membangun citra sebagai manajer kota yang andal saat menjabat sebagai Wali Kota Teheran.
Setelah gagal di jalur eksekutif, Ghalibaf beralih menguasai lembaga legislatif sebagai Ketua Parlemen sejak tahun 2020.
Posisi ini membuatnya tetap berada di episentrum kekuasaan tertinggi di Teheran hingga saat ini.
Ia tetap konsisten menunjukkan loyalitas tanpa batas kepada garis kebijakan konservatif yang ditetapkan Pemimpin Agung.
Namun di mata publik, citranya sering tergerus oleh gaya hidup mewah keluarganya yang kontras dengan krisis ekonomi.
Kini ia berada di titik krusial sebagai jembatan komunikasi antara Iran dengan kekuatan dunia seperti Amerika Serikat.
Bantahan Teheran Atas Klaim Washington
Meski Trump menggembar-gemborkan keberhasilan dialog, pihak Teheran justru memberikan pernyataan yang bertolak belakang.
Kementerian Luar Negeri Iran secara tegas membantah adanya pertemuan atau pembicaraan langsung dengan pihak Amerika.
Ghalibaf sendiri menyebut isu negosiasi tersebut hanyalah propaganda untuk mengacaukan pasar minyak dunia.
"Tidak ada negosiasi dengan Amerika yang telah terjadi. Berita palsu ini dimaksudkan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak, serta untuk melarikan diri dari rawa tempat Amerika dan Israel terjebak," tegas Ghalibaf.
Ia menekankan bahwa rakyat Iran tetap menuntut keadilan atas segala bentuk agresi yang telah terjadi.
"Rakyat kami menuntut hukuman yang tuntas dan memalukan bagi para agresor," ucapnya.
Di tengah simpang siur klaim tersebut, beberapa negara tetangga dikabarkan terus berupaya menjadi penengah.
Mesir, Turki, dan Pakistan disebut-sebut sebagai fasilitator yang menyampaikan pesan rahasia di antara kedua pihak.
Laporan dari Reuters mengindikasikan bahwa pertemuan tatap muka kemungkinan besar akan digelar di Islamabad.
Menteri Luar Negeri dari berbagai negara sahabat terus melakukan koordinasi intensif untuk mencegah perang meluas.
Trump menduga bahwa bantahan dari Iran terjadi karena rusaknya jalur komunikasi internal di dalam pemerintahan Teheran.
Dunia kini menanti apakah diplomasi di Pakistan akan benar-benar mengakhiri pertumpahan darah di Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan