News / Internasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:39 WIB
Mohammad Bagher Ghalibaf (ICANA)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengklaim dialog produktif dengan Iran guna mengakhiri konflik di Timur Tengah.

  • Mohammad Bagher Ghalibaf disebut sebagai pemimpin de facto Iran yang bernegosiasi dengan Amerika.

  • Pihak Iran membantah adanya negosiasi dan menyebut klaim Washington sebagai manipulasi pasar minyak.

Laporan dari The Jerusalem Post menyebutkan bahwa Mohammad Bagher Ghalibaf adalah tokoh sentral di balik layar.

Ghalibaf dikenal memiliki akar yang sangat kuat di dalam struktur Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.

Ia dinilai sebagai representasi kekuatan militer yang kini secara praktis mengendalikan stabilitas nasional Iran.

Lahir pada tahun 1961 di Torqabeh, perjalanan hidupnya ditempa oleh berbagai konflik bersenjata sejak usia muda.

Karier militernya dimulai dari milisi Basij hingga menjadi komandan termuda yang disegani dalam sejarah pasukan elit IRGC.

Kedekatan Strategis dengan Elite Penguasa

Selama perang melawan Irak, Ghalibaf membangun aliansi kuat dengan tokoh-tokoh kunci di sektor keamanan negara.

Hubungan emosionalnya dengan Ali Khamenei bahkan sudah terjalin sejak ia memimpin Divisi Nasr ke-5.

Setelah Ali Khamenei naik menjadi Pemimpin Agung, posisi politik Ghalibaf terus merangkak naik ke posisi strategis.

Baca Juga: Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Ia pernah memegang kendali atas Markas Konstruksi Khatam al-Anbia yang menguasai sektor ekonomi pasca-perang.

Tak hanya di darat, ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara IRGC pada akhir 1990-an.

Ghalibaf dikenal sebagai sosok konservatif yang tidak ragu menggunakan kekuatan fisik untuk menjaga ketertiban.

Namanya tercatat sebagai salah satu penandatangan surat ultimatum yang mengancam kudeta terhadap pemerintahan reformis.

Saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Nasional, ia menginstruksikan tindakan keras terhadap aksi protes mahasiswa tahun 2003.

Reputasinya semakin tajam setelah muncul laporan mengenai perintah penembakan langsung terhadap para demonstran di jalanan.

Load More