-
Mohammad Bagher Ghalibaf disebut Donald Trump sebagai sosok kunci dalam negosiasi perdamaian Iran.
-
Ketua Parlemen Iran secara tegas membantah adanya pembicaraan diplomatis resmi dengan pihak Amerika.
-
Ghalibaf menuding isu negosiasi sengaja disebar untuk memanipulasi pasar minyak dan keuangan global.
Suara.com - Dunia internasional saat ini tengah digemparkan oleh kabar mengenai keterlibatan Ketua Parlemen Iran dalam diplomasi tingkat tinggi.
Mohammad Bagher Ghalibaf kini santer disebut sebagai figur yang dilirik oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sosok ini diproyeksikan bakal menjadi rekan diskusi strategis bahkan kandidat pemimpin masa depan bagi Negeri Para Mullah tersebut.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Ghalibaf memegang peranan vital dalam upaya menghentikan ketegangan bersenjata antara kedua negara.
Laporan dari Al Jazeera mengungkapkan posisi sentral pria ini dalam memediasi kepentingan Teheran dengan Washington baru-baru ini.
Pria yang lahir pada tahun 1961 di wilayah Torqabeh ini memiliki latar belakang yang sangat kental dengan militer.
Masa mudanya banyak diwarnai oleh gejolak Revolusi Islam 1979 yang mengubah peta politik Iran secara drastis.
Sebelum terjun ke dunia politik praktis, ia merupakan seorang pilot andalan di satuan Angkatan Udara Iran.
Karier birokrasinya terbilang sangat cemerlang dengan menduduki berbagai posisi strategis di struktur pemerintahan yang sangat kuat.
Baca Juga: Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Nasional sebelum akhirnya melangkah menuju kursi eksekutif daerah.
Selama bertahun-tahun, Ghalibaf juga dikenal luas oleh publik saat mengemban amanah sebagai Wali Kota Teheran.
Sejak tahun 2020, ia resmi menduduki kursi Ketua Parlemen Iran untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Ali Larjani.
Meski memiliki pengaruh besar, perjalanannya menuju kursi kepresidenan Iran tidak selalu berjalan dengan mulus sesuai harapan.
Ia tercatat beberapa kali mengikuti kontestasi pemilihan presiden namun keberuntungan belum berpihak penuh kepada dirinya di masa lalu.
Pada pemilu 2024, sosok ini menempati posisi ketiga di bawah Masoud Pezeshkian serta berada di belakang Saeed Jalili.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas
-
Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan
-
Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
-
Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!
-
Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes