- Korea Selatan menetapkan siaga satu krisis energi dan ekonomi akibat perang AS-Israel versus Iran, mendesak penghematan energi masyarakat.
- Presiden Lee Jae Myung meminta warga mempersingkat waktu mandi, dan mengeca ponsel pada siang hari saja.
- Ketergantungan impor energi tinggi Korsel terancam karena gangguan Selat Hormuz, memicu pembatasan kendaraan sektor publik.
Sejak awal Maret, jalur Selat Hormuz praktis terhambat. Padahal, sekitar 20 juta barel minyak biasanya melintas di sana setiap harinya.
Gangguan pada jalur ini telah menyebabkan biaya pengiriman melambung tinggi dan mendorong harga minyak global ke level yang mengkhawatirkan.
Untuk mengelola potensi kekurangan pasokan, pemerintah Korea Selatan mulai memperkenalkan langkah-langkah konservasi energi yang cukup ketat.
Salah satu kebijakan yang paling menonjol adalah penerapan sistem rotasi lima hari untuk kendaraan sektor publik berdasarkan nomor plat kendaraan.
Selain di sektor publik, pemerintah juga mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat luas untuk mengurangi penggunaan air dan listrik.
Itu termasuk mempersingkat waktu mandi, serta hanya membolehkan warga mengecas ponsel dan perangkat elektronik pada siang hari.
"Warga diimbau untuk mandi dalam durasi yang lebih singkat, serta mengisi daya perangkat elektronik hanya pada siang hari guna mengoptimalkan penggunaan energi matahari dan mengurangi beban jaringan listrik saat jam sibuk," perintah Presiden Lee Jae Myung.
Latar Belakang Konflik yang Kian Berdarah
Eskalasi di kawasan Timur Tengah ini bermula sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Baca Juga: Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
Operasi militer tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran tidak tinggal diam dan melakukan pembalasan dengan meluncurkan serangan pesawat tak berawak (drone) serta rudal secara berulang, yang menargetkan wilayah Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.
Saling balas serangan ini telah menciptakan ketidakpastian besar yang mengguncang kepercayaan investor di seluruh dunia.
Dengan kondisi geopolitik yang masih sangat cair, Korea Selatan berupaya memastikan bahwa mesin ekonomi mereka tetap berjalan meskipun jalur pasokan utama terancam.
Seoul menyadari bahwa keterlambatan dalam merespons dinamika di Timur Tengah bisa berakibat fatal bagi pertumbuhan ekonomi nasional, yang sangat bergantung pada perdagangan luar negeri.
Langkah-langkah darurat ini diharapkan dapat menjadi bantalan bagi masyarakat Korea Selatan di tengah bayang-bayang krisis energi global yang dipicu oleh konfrontasi bersenjata di salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia.
Pemerintah terus memantau situasi di Selat Hormuz detik demi detik, sambil mempersiapkan cadangan energi nasional jika blokade total benar-benar terjadi.
Tag
Berita Terkait
-
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
-
Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga
-
Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!
-
Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat
-
Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi