- Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyerukan persatuan nasional Lebanon untuk melawan agresi militer Israel yang terus berlanjut.
- Qassem menolak keras negosiasi dengan Israel selama serangan berlangsung, menyamakan hal itu dengan penyerahan diri Lebanon.
- Serangan militer Israel telah menyebabkan lebih dari 1.000 korban tewas dan memaksa 1,2 juta warga Lebanon mengungsi.
Suara.com - Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyerukan persatuan nasional di tengah serangan militer Israel yang terus menggempur Lebanon.
Qassem menegaskan bahwa negaranya tidak boleh bernegosiasi di bawah tekanan senjata.
Dalam pernyataannya, Qassem menyebut Lebanon hanya punya dua pilihan.
“Menyerah dan kehilangan tanah kami, atau menghadapi konfrontasi yang tak terelakkan melalui perlawanan,” tegasnya dilansir dari Aljazeera.
Qassem juga menolak keras gagasan dialog dengan Israel selama serangan masih berlangsung.
“Bernegosiasi di bawah tembakan sama saja dengan memaksakan penyerahan dan melucuti kemampuan Lebanon,” ujarnya.
Qassem menambahkan, musuh yang terus menduduki wilayah dan melakukan agresi harian tidak layak diajak berunding.
“Kami menyerukan persatuan nasional melawan musuh Israel-Amerika untuk menghentikan agresi dan membebaskan tanah serta rakyat,” katanya.
Konflik memanas sejak awal Maret, ketika Israel meningkatkan serangan udara dan darat ke wilayah Lebanon.
Baca Juga: Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran
Operasi ini disebut bertujuan menghancurkan basis Hizbullah, menyusul serangan roket kelompok itu ke wilayah Israel.
Di sisi lain, Hizbullah terus melancarkan serangan balasan ke Israel utara.
Bentrokan darat pun tak terhindarkan, memperluas eskalasi konflik di kawasan perbatasan.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 1.000 orang tewas di Lebanon akibat serangan tersebut.
Selain itu, sekitar 1,2 juta warga terpaksa mengungsi, memicu krisis kemanusiaan yang semakin dalam.
Dari pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer akan diperluas.
Berita Terkait
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran
-
Angelina Jolie Bagikan Surat dari Perempuan di Gaza, Ingin Dunia Tak Lepaskan Perhatian
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
-
Netanyahu Sentil Trump soal Iran, Hubungan AS-Israel Memanas
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?
-
Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran
-
Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke
-
KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Kasus Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR Maidi
-
DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar
-
Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?
-
252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani
-
DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye
-
Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah
-
Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran