News / Internasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 16:13 WIB
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyerukan persatuan nasional di tengah serangan militer Israel yang terus menggempur Lebanon. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyerukan persatuan nasional Lebanon untuk melawan agresi militer Israel yang terus berlanjut.
  • Qassem menolak keras negosiasi dengan Israel selama serangan berlangsung, menyamakan hal itu dengan penyerahan diri Lebanon.
  • Serangan militer Israel telah menyebabkan lebih dari 1.000 korban tewas dan memaksa 1,2 juta warga Lebanon mengungsi.

“Kami akan menciptakan zona penyangga yang lebih besar untuk menjauhkan ancaman dari wilayah utara Israel,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich bahkan mendorong aneksasi wilayah selatan Lebanon. Usulan ini memicu kecaman internasional.

Presiden Prancis Emmanuel Macron termasuk yang mendesak solusi diplomatik untuk menghentikan kekerasan.

Namun, hingga kini belum ada tanda deeskalasi dari kedua pihak.

Organisasi HAM juga angkat suara. Human Rights Watch memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil dan pengusiran massal warga bisa tergolong kejahatan perang.

“Perintah pengungsian besar-besaran tanpa jaminan perlindungan menimbulkan kekhawatiran serius soal pemindahan paksa,” kata lembaga tersebut.

Load More