- Mantan pejabat keamanan AS mengungkap rudal Iran berjangkauan 4.000 km ancam keamanan Eropa dan Paris.
- Uji coba rudal Iran ke Diego Garcia gagal, namun sinyal kemampuan jarak jauh yang berkembang.
- NATO mendukung langkah militer AS, sementara Inggris kirim pertahanan udara antisipasi serangan lanjutan Iran.
Suara.com - Perang besar kembali mengancam setelah mantan pejabat keamanan Amerika Serikat mengungkap kemampuan rudal Iran yang disebut jauh lebih berbahaya dari perkiraan.
Rudal Iran dengan jangkauan hingga 4.000 kilometer dinilai mampu mengancam keamanan Eropa.
Mantan kepala staf Dewan Keamanan Nasional AS era Presiden Donald Trump, Fred Fleitz, menyatakan jarak tersebut bahkan hampir bisa mencapai Paris.
Fleitz menegaskan, “Konflik berubah ketika Iran menembakkan rudal jarak menengah ke Diego Garcia.” dilansir dari The Epoch Times.
Menurutnya, uji coba tersebut menunjukkan Iran berpotensi menargetkan kota-kota besar Eropa, termasuk London. Pernyataan ini memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas keamanan kawasan Barat.
Laporan menyebut dua rudal yang diarahkan ke pangkalan Diego Garcia tidak mencapai target.
“Satu rudal mengalami kegagalan di tengah jalan, sementara satu lainnya dicegat oleh kapal perang Amerika,” demikian disebut dalam laporan tersebut.
Meski gagal mengenai sasaran, uji coba itu dinilai sebagai sinyal kemampuan jarak jauh Iran yang terus berkembang.
Jika klaim tersebut benar, sebagian besar wilayah Eropa, termasuk puluhan pangkalan militer AS, berada dalam jangkauan.
Baca Juga: Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
Perkembangan ini mendorong perubahan sikap negara-negara Eropa.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan dukungan terhadap langkah militer Amerika Serikat.
“Negara anggota NATO pada akhirnya akan mendukung tindakan ini,” ujarnya.
Inggris juga bergerak cepat dengan mengirim sistem pertahanan udara jarak pendek ke Timur Tengah.
Langkah ini disebut sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan dari Iran.
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran dituduh menyerang jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Berita Terkait
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen