- Transaksi mencurigakan besar terjadi sebelum Trump mengumumkan jeda serangan, menghasilkan potensi keuntungan $40–50 juta bagi trader misterius.
- Perdagangan melibatkan kontrak minyak dan S&P futures senilai total $2,76 miliar, terjadi sesaat sebelum pengumuman resmi Trump dirilis.
- Kejadian ini memicu dorongan penyelidikan Wall Street mengenai kemungkinan *insider trading*, meskipun Gedung Putih menolak tuduhan tersebut.
Suara.com - Dunia keuangan dikejutkan oleh transaksi mencurigakan yang terjadi sesaat sebelum Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan jeda serangan terhadap Iran.
Sejumlah trader misterius diduga meraup keuntungan hingga 40–50 juta dolar AS atau sekitar Rp800 miliar hanya dalam hitungan menit.
Perdagangan besar-besaran terjadi sekitar pukul 06.50 waktu setempat, jauh sebelum pernyataan Trump dirilis pada dua hari lalu.
Sekitar 7.200 kontrak minyak senilai 760 juta dolar AS berpindah tangan, disusul pembelian 6.000 kontrak S&P futures dengan nilai mencapai 2 miliar dolar AS.
Beberapa menit kemudian, Trump mengunggah pernyataan di Truth Social tentang pembicaraan produktif dengan Iran.
Dampaknya langsung terasa di pasar, harga minyak anjlok 10–15 persen, sementara saham melonjak hingga 4 persen.
Trader komoditas senior, Mike Khouw, mengaku heran dengan timing transaksi tersebut.
“Orang-orang benar-benar panik. Tidak ada berita yang mengindikasikan pernyataan Trump sebelumnya,” ujarnya dilansir dari NY Post.
Ia memperkirakan pelaku transaksi meraup keuntungan besar dalam waktu singkat.
Baca Juga: Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung
“Jika mereka menjual setelah unggahan Trump, mereka menghasilkan banyak uang. Tidak buruk untuk 15 menit kerja,” katanya.
Besarnya nilai dan waktu transaksi langsung memicu kecurigaan di Wall Street.
Banyak pihak kini mendorong adanya penyelidikan oleh regulator untuk memastikan tidak ada praktik ilegal seperti insider trading.
Meski demikian, Gedung Putih membantah adanya pelanggaran.
“Setiap insinuasi bahwa pejabat terlibat tanpa bukti adalah tidak berdasar dan tidak bertanggung jawab,” kata juru bicara pemerintah.
Sejumlah analis juga menyebut kemungkinan penggunaan algoritma perdagangan canggih sebagai penyebab.
Berita Terkait
-
Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung
-
Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!
-
4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
TAUD Curiga Sidang Militer Jadi Ajang Jebak Andrie Yunus Saat Hadir Bersaksi
-
Bayar Stafsus Pakai Uang Pribadi, Nadiem Ngaku Rugi Tiap Bulan Selama Jadi Menteri
-
Geger Temuan 11 Bayi di Sleman, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Mereka Jadi Korban
-
Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki
-
Garudayaksa FC Jadi Sorotan Usai Naik Kasta, DPR: Juara Karena Kualitas, Bukan Perintah Presiden!
-
TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI
-
Brimob Polda Metro Jaya Masih Berjaga di Markas Judi Online Hayam Wuruk Jakarta Barat
-
Kemnaker Dorong Kesempatan Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Tuli
-
Wow! Biaya Lahiran Normal di Negara Ini Lebih Mahal dari Rumah
-
JK Diserang Isu Miring, Aliansi Ormas Islam: Mungkin Mau Dirusak