News / Nasional
Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Dato’ Seri Anwar Ibrahim tampak berbincang akrab di Istana Merdeka. [Setpres/Cahyo]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyambut PM Anwar Ibrahim di Istana Merdeka pada Jumat (27/3/2026) dalam rangka silaturahmi Idulfitri.
  • Keduanya berdiskusi hangat selama tiga jam mengenai dinamika geopolitik Asia Barat serta isu strategis bersama.
  • Prabowo menunjukkan keakraban dengan mengantar langsung Anwar Ibrahim ke Bandara Halim menggunakan satu kendaraan.

Tidak hanya sampai pintu kendaraan, Prabowo turut mengantarkan langsung kepulangan Anwar dari Istana Merdeka dengan menaiki kendaraan yang sama.

Hal ini tidak hanya mencerminkan eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia, tetapi juga menegaskan betapa akrabnya hubungan personal antara kedua pemimpin negara serumpun tersebut yang telah terjalin lama.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, PM Anwar dilepas dengan penuh penghormatan dengan jajar kehormatan yang tegap berbaris searah dengan tangga pesawat. Suasana hangat dan penuh keakraban kembali terlihat saat kedua pemimpin saling berpamitan sebelum PM Anwar menaiki tangga pesawat.

Selain itu, di bawah tangga pesawat tampak turut melepas Anwar yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dari bawah tangga pesawat, tampak Prabowo melambaikan tangan yang kemudian disambut oleh lambaian tangan Anwar dari depan pintu pesawat sebagai tanda perpisahan. Gestur tersebut menjadi simbol persahabatan erat yang terus terjalin antara kedua pemimpin dan negara.

Sekira pukul 19.20 WIB, pesawat yang membawa Anwar beserta rombongan terbatas bertolak meninggalkan Indonesia, mengakhiri kunjungan singkat penuh makna ini.

Kunjungan ini kembali menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia tidak hanya dibangun di atas kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga diperkuat oleh nilai persaudaraan, kedekatan budaya, serta rasa saling menghormati yang telah terjalin lama. Keakraban kedua pemimpin diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penguatan kerja sama di berbagai bidang, baik di tingkat pemerintah maupun antar masyarakat kedua negara.

Load More