Bisnis / Makro
Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:53 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah adanya budaya ABS saat melapor kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai APBN.
  • Menkeu Purbaya mengklaim kondisi APBN kuat menghadapi dampak kenaikan harga minyak dari konflik AS versus Iran.
  • Ia menegaskan selalu memegang prinsip disiplin fiskal agar defisit APBN tetap di bawah tiga persen sesuai UU Keuangan Negara.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah budaya asal bapak senang atau ABS saat memberikan laporan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu ia ceritakan saat ditanya Prabowo terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah konflik perang Amerika Serikat vs Iran yang berdampak ke kenaikan harga minyak.

Menkeu Purbaya mengklaim kalau dirinya bersama pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus melaksanakan kebijakan yang tepat karena kerap melakukan diskusi. Lebih lagi fondasi ekonomi RI diklaim masih kuat menghadapi gejolak geopolitik.

"Itu yang bikin Pak Presiden agak senang," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Bendahara Negara lalu berkelakar saat ditanya Prabowo selalu menjawab 'aman'.

"Entar dia mikir, 'Kok dia ngomongnya aman terus. Jangan-jangan enggak ngitung'. Kita bukan ABS ya, kita semua terhitung, semua kita hitung dengan baik. Enggak ada yang main-main," lanjutnya.

Lebih lanjut Purbaya menegaskan kalau dirinya memegang prinsip disiplin fiskal kredibilitas APBN agar tidak di bawah 3 persen, sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

"Itu yang kita pegang mati-matian selama ini, selama paling enggak enam bulan terakhir ya. Karena orang-orang sudah lihat nih, 'Purbaya mau bikin kesalahan apa, pasti tembus 3 persen'. Tahunya tahun lalu di bawah 3 persen kan? Kita publish berapa, 2,92 (persen). Aktualnya nanti di bawah itu lagi. Jadi jago juga rupanya," jelasnya.

Baca Juga: Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Load More