- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah adanya budaya ABS saat melapor kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai APBN.
- Menkeu Purbaya mengklaim kondisi APBN kuat menghadapi dampak kenaikan harga minyak dari konflik AS versus Iran.
- Ia menegaskan selalu memegang prinsip disiplin fiskal agar defisit APBN tetap di bawah tiga persen sesuai UU Keuangan Negara.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah budaya asal bapak senang atau ABS saat memberikan laporan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal itu ia ceritakan saat ditanya Prabowo terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah konflik perang Amerika Serikat vs Iran yang berdampak ke kenaikan harga minyak.
Menkeu Purbaya mengklaim kalau dirinya bersama pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus melaksanakan kebijakan yang tepat karena kerap melakukan diskusi. Lebih lagi fondasi ekonomi RI diklaim masih kuat menghadapi gejolak geopolitik.
"Itu yang bikin Pak Presiden agak senang," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Bendahara Negara lalu berkelakar saat ditanya Prabowo selalu menjawab 'aman'.
"Entar dia mikir, 'Kok dia ngomongnya aman terus. Jangan-jangan enggak ngitung'. Kita bukan ABS ya, kita semua terhitung, semua kita hitung dengan baik. Enggak ada yang main-main," lanjutnya.
Lebih lanjut Purbaya menegaskan kalau dirinya memegang prinsip disiplin fiskal kredibilitas APBN agar tidak di bawah 3 persen, sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
"Itu yang kita pegang mati-matian selama ini, selama paling enggak enam bulan terakhir ya. Karena orang-orang sudah lihat nih, 'Purbaya mau bikin kesalahan apa, pasti tembus 3 persen'. Tahunya tahun lalu di bawah 3 persen kan? Kita publish berapa, 2,92 (persen). Aktualnya nanti di bawah itu lagi. Jadi jago juga rupanya," jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai
Berita Terkait
-
Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai
-
Menkeu Purbaya Lantik Robert Leonard Marbun Sebagai Sekjen Kemenkeu
-
Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi
-
Terharu Presiden Datang ke Bantaran Rel Senen, Emak-emak Berharap Diberi Hunian Layak
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok