- Polisi selidiki penemuan jasad bayi laki-laki di Kali Pacing Kabupaten Bekasi.
- Jasad bayi mengambang ditemukan warga Kedungwaringin dalam kondisi mulai membusuk.
- Polisi Bekasi buru pelaku pembuangan bayi di aliran sungai Kali Pacing.
Suara.com - Pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus penemuan jasad bayi laki-laki di aliran Kali Pacing, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Sabtu (28/3).
“Anggota kami segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga terkait penemuan jasad bayi tersebut,” ujar Kapolsek Kedungwaringin, AKP Muhammad Trisno, di Cikarang, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima, jasad bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh warga pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB dalam kondisi mengambang di aliran sungai. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mulai membusuk dengan tali pusar yang masih menempel pada tubuhnya.
Polisi menduga bayi malang tersebut baru berusia beberapa hari. Guna memastikan usia serta penyebab pasti kematiannya, jenazah telah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani proses autopsi.
“Kami juga melibatkan tim identifikasi dari Polres Metro Bekasi untuk membantu proses evakuasi dan penyelidikan lebih mendalam,” tambah Trisno.
Dugaan sementara, bayi tersebut sengaja dibuang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penyidik terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan. Selain itu, personel Polsek Kedungwaringin juga dikerahkan untuk menelusuri asal-usul bayi serta mencari pelaku di balik tindakan keji tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait kejadian ini untuk segera melapor kepada kepolisian,” tegasnya.
Salah seorang warga, Muhammad Iqbal (38), mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut. Ia melihat puluhan warga memadati lokasi saat proses evakuasi berlangsung.
“Saya tiba sebelum waktu Magrib dan warga sudah ramai menyaksikan evakuasi. Sangat memprihatinkan ada orang yang tega membuang bayi ke sungai,” tuturnya. (Antara)
Baca Juga: 2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana