Tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. [Suara.com/Tsabita]
Baca 10 detik
- Pedagang nasi bernama Ali telah tiga tahun berdagang dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
- Ali telah beradaptasi ekstrem sehingga tidak lagi terganggu oleh bau menyengat sampah yang menggunung tinggi di sekitar lapaknya.
- Faktor ekonomi membuat Ali bertahan berdagang di lokasi tersebut meskipun kondisi lingkungan sekitar dinilai sangat kurang higienis.
Ketegaran Ali dalam menghadapi kondisi lingkungan yang kumuh ini menjadi potret kecil dari resiliensi warga kelas pekerja di ibu kota.
Di saat isu sanitasi dan kesehatan lingkungan menjadi perbincangan hangat di tingkat kebijakan, di lapangan, orang-orang seperti Ali harus "mematikan" sensor penciuman mereka agar tetap bisa bekerja.
Ketika ditanya apakah ia merasa kesal atau terganggu dengan aroma menyengat yang mengelilingi tempat dagangnya setiap saat, Ali hanya menjawab singkat dengan senyuman kecil yang penuh penerimaan.
“Ya nggak (mengganggu), biasa ajalah… sudah terbiasa,” tutupnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Komentar
Berita Terkait
-
Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya
-
Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas
-
Sarung Tangan Plastik Makan: Higienitas, Efisiensi, atau Limbah Baru?
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Miris, Pandawara Tunjukkan Banyak Amplop THR Bekas Ditemukan di Sungai
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda
-
600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda
-
WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa
-
Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan
-
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump