- Tumpukan sampah setinggi lima hingga enam meter menggunung di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (30/3/2026) siang.
- Petugas membersihkan lokasi menggunakan alat berat, namun belum ada truk pengangkut menuju tempat pembuangan akhir.
- Penundaan pengangkutan sampah disebabkan oleh kendala operasional di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang.
Suara.com - Pemandangan tak sedap menyambut pengunjung dan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (30/3/2026) siang.
Tumpukan sampah setinggi lima hingga enam meter terlihat menggunung tepat di depan area pasar sayur dan buah. Kondisi ini menimbulkan aroma menyengat yang mengganggu aktivitas di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 10.30 WIB, gunungan sampah tersebut didominasi limbah basah berupa sisa sayuran dan buah yang telah membusuk. Selain itu, terlihat pula tumpukan peti kayu bekas wadah komoditas pasar yang berserakan di antara sampah lainnya.
Situasi semakin diperparah oleh keluarnya cairan berlendir dari limbah basah tersebut. Akibatnya, akses jalan di sekitar area pasar menjadi becek dan licin, disertai bau busuk yang tajam sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pembersihan Gunakan Alat Berat
Pada Senin siang, petugas kebersihan pasar terus berupaya menangani tumpukan sampah tersebut. Proses pembersihan diketahui telah berlangsung sejak pagi hari dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk dan merapikan tumpukan sampah yang meluber.
Meski alat berat terus bekerja, hingga pukul 10.30 WIB belum terlihat adanya truk pengangkut sampah yang datang ke lokasi untuk membawa limbah ke tempat pembuangan akhir.
Terkendala Kondisi Bantar Gebang
Menanggapi kondisi ini, perwakilan Bidang Perawatan Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, Ricardo, mengungkapkan bahwa distribusi sampah dari pasar mengalami kendala di titik akhir, yakni Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Baca Juga: Miris, Pandawara Tunjukkan Banyak Amplop THR Bekas Ditemukan di Sungai
“Setiap hari memang ada pengangkutan, hanya saja saat ini terjadi penundaan,” ujar Ricardo saat ditemui di lokasi, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, keterlambatan armada pengangkut juga dipengaruhi oleh kondisi di lokasi pembuangan akhir, termasuk peristiwa longsor yang sempat terjadi di Bantar Gebang.
“Karena ada penundaan, ditambah kejadian kemarin (longsor) di Bantar Gebang,” tambahnya.
Pengangkutan Biasanya Rutin
Sementara itu, salah seorang pedagang bawang merah di pasar tersebut mengatakan bahwa penumpukan sampah memang kerap terjadi setiap hari. Namun, tumpukan hingga mencapai lima hingga enam meter baru kali ini terjadi.
Ia juga membenarkan bahwa pengangkutan sampah biasanya dilakukan setiap hari hingga siang hari.
“Setiap hari memang diangkut, biasanya setelah jam 12 siang sudah bersih,” ujar pedagang tersebut.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali