- Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap motif pembunuhan sadis terhadap korban AH (39) oleh dua rekannya.
- Pembunuhan terjadi di Bekasi karena korban menolak terlibat rencana jahat para tersangka menguasai harta majikan.
- Dua tersangka, DS dan S, ditangkap di Majalengka setelah menyembunyikan jasad korban di dalam alat pendingin.
Suara.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akhirnya membedah secara tuntas motif di balik kasus pembunuhan sadis yang menggegerkan warga Bekasi.
Kasus yang melibatkan penemuan jasad seorang pria di dalam alat pembeku makanan atau freezer ini ternyata dipicu oleh perselisihan internal antar karyawan terkait rencana tindak kriminal terhadap majikan mereka sendiri.
Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa korban berinisial AH (39) kehilangan nyawanya di tangan dua rekan kerjanya sendiri.
Alasan utama eksekusi tersebut adalah integritas korban yang enggan terlibat dalam rencana jahat para tersangka untuk menguasai harta benda milik atasan mereka.
Penolakan ini berujung pada tindakan fatal yang dilakukan oleh para pelaku di lokasi kejadian di wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin memberikan penjelasan mendetail mengenai hubungan antara korban dan para pelaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiganya merupakan rekan sejawat yang bekerja di tempat yang sama. Namun, perbedaan prinsip dalam menyikapi niat jahat menjadi awal mula tragedi berdarah tersebut.
"Mereka sama-sama karyawan di sana. Kemudian yang satu, yang korban itu diajak untuk melakukan kejahatan, tapi menolak, sehingga yang dua orang membunuh si korban tersebut," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat ditemui usai rapat dengan Komisi III DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Rencana Perampokan yang Berubah Target
Baca Juga: Terkuak! Korban Mutilasi di Serang Baru Ternyata Dibunuh karena Tolak Curi Mobil Majikan
Dua tersangka yang kini telah mendekam di sel tahanan, yakni DS alias A dan S, awalnya memiliki skenario besar untuk melakukan pencurian dengan kekerasan.
Target utama mereka adalah aset berharga milik majikan tempat mereka bekerja. Dalam perencanaan awal, para pelaku mengincar unit kendaraan roda empat sebagai sasaran utama untuk dibawa kabur.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus karena sistem keamanan yang dianggap sulit ditembus oleh para pelaku. Hal ini membuat DS dan S mengubah strategi dan menurunkan target pencurian mereka menjadi kendaraan roda dua.
Kendati target telah berubah, korban AH tetap bersikukuh pada pendiriannya untuk tidak berpartisipasi dalam aksi kriminal tersebut.
"Awalnya, yang mau diambil itu adalah mobil. Tapi karena ada pengamanan yang cukup lumayan ketat, sehingga yang rencananya awalnya mobil, bergeser ke motor," terang Iman sebagaimana dilansir Antara.
Keteguhan hati AH untuk tidak mengkhianati majikannya justru memicu amarah DS dan S. Merasa rencana mereka terancam bocor atau terhambat oleh kehadiran AH, kedua pelaku memutuskan untuk menghabisi nyawa korban.
Berita Terkait
-
Terkuak! Korban Mutilasi di Serang Baru Ternyata Dibunuh karena Tolak Curi Mobil Majikan
-
Sempat Dibuang Pelaku, Potongan Tangan dan Kaki korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Cariu Bogor
-
Polisi Ciduk 2 Pelaku Pembunuhan Mutilasi di Bekasi, Ternyata Rekan Kerja Korban
-
Dua Motor Raib dan Rekan Kerja Menghilang, Teka-teki Pembunuhan Sadis di Kios Ayam Bekasi
-
Geger! Bos Ayam Geprek di Bekasi Temukan Jasad Karyawan Terbungkus Plastik dalam Freezer
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?