- Dua rekan kerja inisial S dan ANC membunuh Abdul Hamid di Bekasi karena korban menolak ajakan mencuri mobil majikan.
- Korban ditemukan termutilasi dalam *freezer* ruko ayam geprek milik majikan pada Sabtu, 28 Maret 2026.
- Polisi berhasil menemukan bagian tubuh korban yang hilang di Bogor, dan kedua pelaku telah ditahan Polda Metro Jaya.
Suara.com - Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan dan mutilasi Abdul Hamid (39), pegawai kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Aksi keji itu ternyata dilakukan dua rekan kerjanya berinisial S (27) dan ANC (23) karena korban menolak ajakan mencuri mobil milik majikannya.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan ajakan itu ditolak mentah-mentah oleh korban hingga memicu emosi pelaku dan berujung pada aksi sadis tersebut.
“Korban itu diajak untuk melakukan kejahatan tapi menolak. Sehingga yang dua orang membunuh si korban," ungkap Iman kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Iman menjelaskan, rencana awal para pelaku sebenarnya ingin mencuri mobil milik majikan mereka. Namun, rencana itu berubah karena sistem keamanan yang cukup ketat.
Meski target pencurian sudah berubah, korban saat itu tetap menolak terlibat.
“Si korban tetap tidak mau mengikuti kemauan para tersangka. Akhirnya si tersangka membunuh korban tersebut,” beber Iman.
Disimpan Dalam Freezer
Kasus ini mencuat setelah sang majikan menemukan jasad Abdul dalam kondisi termutilasi di dalam freezer ruko ayam geprek miliknya di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu, (28/3/2026).
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Merto Jaya AKBP ABdul Rahim menyebut kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan.
Baca Juga: Polisi Ciduk 2 Pelaku Pembunuhan Mutilasi di Bekasi, Ternyata Rekan Kerja Korban
“Korban disimpan dalam freezer dengan kondisi tanpa tangan dan kaki,” jelas Abdul, Minggu (29/3/2026).
Perkembangan terbaru, polisi memastikan bagian tubuh korban yang sempat hilang itu kini telah ditemukan di wilayah Cariu, Bogor. Dengan ditemukannya bagian tubuh tersebut, jasad korban kini dinyatakan telah lengkap.
Sementara kedua pelaku kekinian juga telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah