Suara.com - Atap hijau dan dinding hijau saat ini bukan lagi dianggap sebagai fitur desain khusus. Di Eropa, ini bisa dijadikan sebagai solusi berbasis alam untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, efisiensi energi, dan kesejahteraan manusia.
Sebuah laporan sintesis pengetahuan terbaru yang disusun oleh Science Service for Biodiversity memberikan panduan komprehensif mengenai penerapan atap hijau dan dinding hijau di kawasan perkotaan.
Laporan yang dikembangkan oleh BioAgora ini merupakan respons atas permintaan DG Environment (Direktorat Jenderal Lingkungan Hidup) kepada EC Knowledge Centre for Biodiversity (Pusat Pengetahuan Keanekaragaman Hayati Komisi Eropa (KCBD)).
Landasan Kebijakan
Laporan berjudul "Implementing green roofs and walls: lessons from European experience" ini disusun dengan mengacu pada literatur ilmiah yang luas, pengetahuan para ahli, serta analisis terhadap 46 studi kasus nyata dari seluruh Eropa.
Dokumen ini bertujuan untuk menilai bagaimana integrasi penghijauan pada bangunan dapat mendukung restorasi ekosistem perkotaan dan bertujuan untuk adaptasi iklim. Secara strategis, laporan ini berfungsi sebagai instrumen pendukung untuk implementasi EU Nature Restoration Regulation (Peraturan Restorasi Alam Uni Eropa (NRR)) dan EU Biodiversity Strategy (Strategi Keanekaragaman Hayati) Uni Eropa untuk tahun 2030, terutama terkait target penghijauan perkotaan dengan panduan bagi pemerintah daerah, pembuat rencana, dan pembuat kebijakan.
Manfaat Terukur Berdasarkan Bukti Lapangan
Berdasarkan laporan yang dirangkum dalam Phys.org, atap dan dinding hijau memberikan kontribusi di berbagai sektor kebijakan.
Proyek-proyek yang diteliti menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa aspek, seperti retensi air hujan yang substansial, pengurangan tekanan panas di perkotaan, efisiensi energi untuk bangunan, hingga dukungan terhadap ekosistem keanekaragaman hayati, termasuk burung atau spesies lain yang tinggal di daerah perkotaan.
Baca Juga: Gunungan Sampah Kiriman Kepung Pantai Kedonganan Bali
Saat ini, sistem atap hijau ekstensif menjadi yang paling banyak digunakan di seluruh Eropa karena bobotnya yang ringan dan biaya pemasangannya relatif rendah.
Namun, laporan tersebut mencatat bahwa atap hijau semi-intensif dan intensif, serta sistem penghijauan vertikal, memiliki potensi untuk memberikan manfaat sosial dan keanekaragaman hayati yang lebih tinggi jika dikelola dengan kerangka kerja dan pemeliharaan yang tepat.
Di sisi lain, dinding hijau seperti tanaman rambat atau dinding hidup hasil rekayasa juga terbukti memiliki kontribusi pada pendinginan, meningkatkan kualitas udara, dan penyediaan habitat, terutama di daerah perkotaan yang padat dan permukaan tanahnya terbatas.
Tantangan Implementasi dan Tata Kelola
Laporan ini juga mengidentifikasi sejumlah hambatan yang membatasi penerapan infrastruktur hijau secara lebih luas.
Beberapa kendala utama yang terjadi adalah regulasi terfragmentasi, kesenjangan keterampilan teknis di lapangan, serta ketidakpastian mengenai tanggung jawab pemeliharaan jangka panjang. Fenomena ini ditemukan khususnya di beberapa baian Eropa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran
-
Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai
-
Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi
-
Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan
-
Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?
-
Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook
-
Pramono Anung: Pelayanan Publik Jakarta Tak Ikut WFH Tiap Jumat
-
Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop
-
Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu