- Keluarga sepakat memakamkan almarhum Kopda Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Kulon Progo pada Kamis, 2 April 2026.
- Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kehormatan negara atas jasa almarhum yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
- Pemerintah memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta menjadi Kopda serta dukungan bagi masa depan putri almarhum yang ditinggalkan.
Suara.com - Pihak keluarga sepakat untuk memakamkan almarhum Kopda (anumerta) Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta.
Ayah mertua Kopda Farizal, Noor Khodik mengungkap keputusan itu diambil berdasar hasil musyawarah keluarga.
"Setelah berembuk bermusyawarah, ternyata pihak keluarga laki-laki setuju untuk dimakamkan di Makam Pahlawan. Dari pihak perempuan, alhamdulillah saya setuju dimakamkan di Makam Pahlawan," ungkap Noor saat ditemui di rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon Progo, Kamis (2/4/2026).
Di sisi lain, kakak ipar Kopda Farizal Moh Fitra Abdul Aziz menyebut keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kehormatan negara yang melekat pada sosok almarhum. Termasuk pertimbangan anak almarhum di masa mendatang.
"Mungkin dari saya pertimbangannya yang pertama lebih ke anaknya, anak beliau," ujar Fitra.
Keluarga juga menilai pemakaman di TMP merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi Kopda Farizal yang gugur saat mengemban misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
"Itu yang pertama biar anaknya ketika sudah besar bisa dengan bangga bahwa ayahnya itu merupakan salah satu pahlawan bangsa yang sudah memberikan jasanya ke perdamaian dunia," tambahnya.
Selain aspek kebanggaan, pihak keluarga turut memikirkan keberlangsungan masa depan putri almarhum yang saat ini masih balita. Dengan dimakamkan di TMP, keluarga berharap adanya perhatian dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah.
"Itu kemudian juga mengingat masa depan anaknya supaya ke depannya lebih bagus, lebih baiklah, bisa ada support dari pemerintah juga," ujarnya.
Baca Juga: Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
Kenaikan Pangkat dan Hak di TMP
Sebagaimana diketahui, Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI asal Kulon Progo yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon telah memperoleh Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
Prajurit yang sebelumnya berpangkat Prajurit Kepala (Praka) tersebut kini resmi menyandang pangkat satu tingkat lebih tinggi secara anumerta.
"Sesuai dengan keputusan Panglima TNI, keputusan negara. Pertama, yang bersangkutan dinaikkan pangkat KPLB, dari pangkat Praka menjadi Kopral Dua, Kopda," kata Komandan Brigif 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera, saat ditemui di rumah duka, Lendah, Kulon Progo, Kamis (2/4/2026).
Selain kenaikan pangkat, pihak TNI pun telah berkoordinasi dengan Kodim setempat untuk menyiapkan tempat peristirahatan terakhir bagi sang prajurit.
Menurut Dimar, negara juga memberikan hak penuh kepada almarhum untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) di Giripeni, Wates, Kulon Progo sebagai bentuk apresiasi tertinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
-
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik
-
KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024
-
Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model
-
Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung