- Ditreskrimsus Polda Sumsel menangkap sindikat peretas asal Palembang dan OKI yang membobol sistem SIBOS SMA Negeri 2 Prabumulih.
- Pelaku menggunakan metode brute force untuk mencuri dana bantuan operasional sekolah senilai Rp942,8 juta selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
- Polisi menyita barang bukti hasil kejahatan dan menetapkan para tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai undang-undang ITE yang berlaku.
Suara.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan membongkar sindikat kejahatan siber yang menyasar sektor pendidikan.
Kelompok peretas ini menguras dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) milik SMA Negeri 2 Prabumulih dengan total kerugian negara mencapai hampir Rp1 miliar.
Aksi pembobolan sistem website SIBOS milik sekolah tersebut dilakukan para pelaku dalam dua tahap serangan digital.
Komplotan yang beroperasi di wilayah Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini akhirnya diringkus tim Subdit Siber setelah laporan resmi masuk pada Desember 2025.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumsel Kombes Doni Satrya Sembiring menyebut para pelaku menggunakan metode brute force untuk menembus pertahanan digital sekolah.
“Para tersangka melakukan percobaan menebak username dan password secara berulang dan masif hingga berhasil menjebol sistem SIBOS. Begitu mendapat akses, pelaku langsung memindahkan dana pendidikan tersebut ke sejumlah rekening penampung yang sudah disiapkan,” ujar Doni kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan hasil penyidikan, aksi pertama dilakukan pada 17 Desember 2025 dengan menggasak uang sebesar Rp344,8 juta. Tak puas, pelaku kembali menyerang pada 20 Januari 2026 dan menguras Rp598 juta.
Secara keseluruhan, Doni mengungkap dana pendidikan yang raib mencapai Rp942.802.770.
Saat penggeledahan dilakukan, polisi menemukan fakta mengejutkan. Tiga dari empat tersangka yang diamankan diketahui baru saja mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Baca Juga: Data Pribadi Terus Bocor, Seberapa Kuat Keamanan Siber Indonesia?
Polisi menduga kuat uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk mendanai gaya hidup mewah dan penyalahgunaan narkoba.
Sejumlah barang bukti kelas atas turut disita, di antaranya satu unit mobil Toyota Innova, ponsel iPhone 17 Pro Max, buku tabungan rekening penampung, hingga paket sabu lengkap dengan alat hisapnya.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 30 Ayat (1) Undang-Undang ITE dan/atau Pasal 332 Ayat 1 KUHP.
Doni menegaskan bahwa pihak kepolisian masih memburu anggota jaringan lainnya yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Kasus ini adalah atensi prioritas karena mereka merampas dana yang seharusnya digunakan untuk masa depan pendidikan anak-anak kita," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi
-
Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?
-
Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV
-
Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan
-
DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat
-
Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih
-
Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos
-
Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'
-
Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam
-
Sadis! Cuma Nunggak Rp3,3 Juta, Pemuda di Cakung Disekap dan Disiksa di Showroom Motor