-
PBB menyelidiki kasus gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon.
-
Hambatan lokasi dan situasi lapangan menjadi alasan investigasi PBB memakan waktu cukup lama.
-
Temuan awal menunjukkan adanya ledakan proyektil tank Israel yang menghantam konvoi pasukan Indonesia.
Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB masih mengumpulkan berbagai bukti terkait insiden yang menewaskan tiga personel TNI di Lebanon.
Pasukan kebanggaan Indonesia tersebut gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera UNIFIL.
Stephane Dujarric selaku juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menyebutkan bahwa proses pencarian fakta memerlukan waktu yang cukup lama.
Kondisi geografis dan situasi keamanan yang tidak menentu di lapangan menjadi hambatan utama bagi tim ahli.
Akses menuju lokasi kejadian seringkali mengalami keterlambatan akibat eskalasi konflik yang terus memanas belakangan ini.
Dujarric menjelaskan bahwa pihaknya harus sangat teliti dalam memproses setiap data yang ditemukan di lokasi.
Para pakar teknis saat ini masih sibuk memeriksa sisa-sisa bukti fisik dari ledakan yang terjadi pekan lalu.
"Investigasi ini butuh waktu, karena para ahli teknis memeriksa bukti fisik di tempat kejadian," kata Dujarric dalam konferensi pers pada Rabu (1/4).
PBB juga terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata tersebut.
Baca Juga: 'Biar Anaknya Bangga': Keluarga Sepakat Kopda Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni
Langkah ini diambil demi memverifikasi kebenaran informasi sebelum mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik internasional.
"Sementara yang lain melihat konteks dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi," ujarnya lagi.
Gugurnya tiga anggota TNI ini diduga kuat akibat serangan udara maupun darat yang diluncurkan militer Israel.
Dua prajurit bernama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar serta Sertu Muhammad Nur Ichwaan tewas di kawasan Bani Hayyan.
Peristiwa pilu tersebut terjadi pada tanggal 29 Maret saat mereka sedang menjalankan tugas patroli rutin.
Sehari berselang, yakni pada 30 Maret, satu lagi prajurit terbaik yakni Fahrizal Rhomadhon turut dinyatakan gugur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat
-
Media AS Sorot Sepasang Kekasih Asal Aceh Dicambuk karena Ciuman di TikTok
-
Jamin Kesejahteraan Masa Tua, Pemerintah Siapkan Skema Dana Pensiun untuk Atlet
-
Pukat UGM Desak Kejagung Usut Semua SPPG, Termasuk yang Dikelola Aparat
-
HUT Bhayangkara ke-80, Disebut Jadi Momentum Merayakan Transformasi Polri
-
Skandal MBG Seret Jenderal Polisi, Bukti Bahaya Ketika TNI-Polri Aktif Duduki Jabatan Sipil
-
Qodari Beberkan Bukti Prabowo Berpihak ke Pertanian: Harga Pupuk Turun, Kesejahteraan Petani Naik
-
Qodari: 1.151 Km Jalan Daerah Dibangun Demi Pastikan Pemerataan Ekonomi
-
Raja Juli Akui Bupati Kuansing Tinggalkan Amplop di Kantornya
-
Namanya Terseret, Menhut Raja Juli Nyatakan Siap Bantu KPK Bongkar Kasus OTT Bupati Kuansing