News / Internasional
Jum'at, 03 April 2026 | 06:48 WIB
PBB menyelidiki kasus gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon.
Baca 10 detik
  • PBB menyelidiki kasus gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon.

  • Hambatan lokasi dan situasi lapangan menjadi alasan investigasi PBB memakan waktu cukup lama.

  • Temuan awal menunjukkan adanya ledakan proyektil tank Israel yang menghantam konvoi pasukan Indonesia.

Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB masih mengumpulkan berbagai bukti terkait insiden yang menewaskan tiga personel TNI di Lebanon.

Pasukan kebanggaan Indonesia tersebut gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera UNIFIL.

Stephane Dujarric selaku juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menyebutkan bahwa proses pencarian fakta memerlukan waktu yang cukup lama.

Kondisi geografis dan situasi keamanan yang tidak menentu di lapangan menjadi hambatan utama bagi tim ahli.

Akses menuju lokasi kejadian seringkali mengalami keterlambatan akibat eskalasi konflik yang terus memanas belakangan ini.

Dujarric menjelaskan bahwa pihaknya harus sangat teliti dalam memproses setiap data yang ditemukan di lokasi.

Para pakar teknis saat ini masih sibuk memeriksa sisa-sisa bukti fisik dari ledakan yang terjadi pekan lalu.

"Investigasi ini butuh waktu, karena para ahli teknis memeriksa bukti fisik di tempat kejadian," kata Dujarric dalam konferensi pers pada Rabu (1/4).

PBB juga terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata tersebut.

Baca Juga: 'Biar Anaknya Bangga': Keluarga Sepakat Kopda Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni

Langkah ini diambil demi memverifikasi kebenaran informasi sebelum mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik internasional.

"Sementara yang lain melihat konteks dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi," ujarnya lagi.

Gugurnya tiga anggota TNI ini diduga kuat akibat serangan udara maupun darat yang diluncurkan militer Israel.

Dua prajurit bernama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar serta Sertu Muhammad Nur Ichwaan tewas di kawasan Bani Hayyan.

Peristiwa pilu tersebut terjadi pada tanggal 29 Maret saat mereka sedang menjalankan tugas patroli rutin.

Sehari berselang, yakni pada 30 Maret, satu lagi prajurit terbaik yakni Fahrizal Rhomadhon turut dinyatakan gugur.

Load More