- Orang tua korban menuntut kesatuan Marinir bertanggung jawab atas biaya pengobatan, pemulihan trauma, serta kemudahan karier bagi korban.
- Peristiwa peluru nyasar terjadi di SMPN 33 Gresik pada 17 Desember 2025 saat kegiatan sosialisasi sekolah lanjutan.
- Pihak Marinir menolak tuntutan keluarga korban dan justru mengajukan draf perjanjian baru yang berisi permintaan maaf keluarga.
Suara.com - Orang tua korban salah tembak di Gresik, Jawa Timur, Darrell Fausta Hamdani, Dewi Muniarti, menjelaskan sejumlah klausul yang ia minta kepada kesatuan Marinir sebagai buntut dari peristiwa peluru nyasar yang mengenai tangan kiri anaknya.
Dalam klausul tersebut, Dewi menuntut pihak Marinir menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa latihan tembak yang berujung pada luka Darrell.
“Yang kedua, semua yang belum di-cover, yang itu adalah biaya pribadi, itu di-cover oleh pihak kesatuan,” kata Dewi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026).
Kemudian, ia juga meminta pihak Marinir untuk bertanggung jawab terhadap operasi pemasangan pen yang dibutuhkan anaknya. Sebab, peluru nyasar itu sempat berada di tulang jari tengah tangan kiri Darrell.
Selain itu, Dewi menegaskan bahwa TNI harus bertanggung jawab hingga proses penyembuhan Darrell, baik secara fisik maupun psikologis. Pasalnya, ia mengungkapkan bahwa Darrell mengalami trauma berat akibat kejadian ini.
Lebih lanjut, Dewi juga meminta agar kesatuan Marinir bertanggung jawab jika timbul rasa sakit yang dialami anaknya akibat peristiwa salah tembak tersebut.
Dewi menjelaskan korban luka lainnya, yaitu Reinhart Okto Hanaya, memiliki keinginan untuk menjadi polisi. Ia berharap keinginan tersebut dapat dipermudah.
“Karena korban satunya itu ingin jadi TNI, ingin jadi polisi pada saat itu, saya menyampaikan apabila masih berkeinginan untuk jadi anggota, pihak kesatuan itu mempermudah. Tapi dalam tanda kutip apabila masih ingin, bukan harus di situ,” tegas Dewi.
Terakhir, Dewi juga berharap agar kesatuan Marinir dapat menunjukkan tali kasih kepada kedua korban tanpa menyebut nominal tertentu.
Baca Juga: 'Biar Anaknya Bangga': Keluarga Sepakat Kopda Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni
Namun, Dewi mengungkapkan bahwa klausul tuntutan yang ia sampaikan tidak diwujudkan oleh pihak Marinir. Justru, lanjut Dewi, pihak kesatuan membuat draf perjanjian baru.
“Yang pertama saya sebagai ibu korban harus membuat permintaan maaf di dalam video yang itu video tersebut dibuat di batalion mereka. Di samping saya men-take down surat terbuka yang sudah saya buat pada bulan Februari pasca saya laporan ke Pomal,” tutur Dewi.
“Lalu yang kedua, di situ mereka menyampaikan bahwa akan bertanggung jawab,” tandas dia.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di musala sekolah SMPN 33 Gresik saat ada kegiatan sosialisasi sekolah lanjutan dari SMKN Krian Sidoarjo pada 17 Desember 2025.
Terdapat dua korban dalam peristiwa tersebut. Selain Darrell, korban lainnya mengalami luka tembak di bagian punggung. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khadijah.
Berita Terkait
-
'Biar Anaknya Bangga': Keluarga Sepakat Kopda Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni
-
Peluru Nyasar ke Sekolah di Gresik, Ibu Korban Diminta Tutup Mulut dan Operasi Anak Sempat Tertunda
-
Gagal 2 Kali Mediasi, Ibu Korban Peluru Nyasar Berikan Somasi Hingga Lapor Pomal Kodaeral
-
Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon
-
Update Repatriasi Jenazah Prajurit TNI, Upacara Pelepasan PBB di Beirut Digelar Hari Ini
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja
-
Respons Komentar Trump, China Salahkan Serangan AS dan Israel sebagai Akar Masalah di Selat Hormuz
-
Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini
-
Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir
-
Debat Panas di DPR: Amsal Sitepu Sebut Brownies Alat Tekan, Jaksa Berdalih 'Rasa Kemanusiaan'
-
Momen Haru Amsal Sitepu Berdiri dan Membungkuk di DPR: Terima Kasih Pak, Saya Sudah Bebas
-
Serangan Udara Beruntun Guncang Selat Hormuz, Fasilitas Vital Iran Hancur
-
Komisi III DPR Cecar Kajari Karo, Diduga Halangi Amsal Sitepu Keluar Rutan Meski Hakim Setuju
-
Kecanggihan USS George HW Bush, Kapal Induk Nuklir Diutus Donald Trump Guncang Iran
-
'Biar Anaknya Bangga': Keluarga Sepakat Kopda Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni