News / Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 19:53 WIB
Prajurit TNI membantu penanganan bencana pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pasukan TNI bergerak cepat menangani dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026).
  • Ratusan prajurit Kodam XIII/Merdeka dikerahkan melakukan evakuasi korban, pembersihan puing bangunan, serta membantu warga di Manado dan Bitung.
  • Personel TNI tetap bersiaga memantau kondisi lapangan guna mengantisipasi gempa susulan serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Suara.com - Pasukan TNI bergerak cepat menyisir wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026).

Ratusan prajurit dikerahkan ke titik-titik kerusakan untuk mengevakuasi korban hingga membersihkan puing-puing bangunan.

Kapuspen TNI, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan bahwa prajurit dari Kodam XIII/Merdeka telah berada di lapangan untuk membantu pemerintah daerah menangani dampak bencana secara terpadu.

Ia menyebut jajaran Korem 131/Santiago menjadi ujung tombak dalam operasi kemanusiaan ini, khususnya di wilayah Kota Manado dan Kota Bitung.

“Berbagai upaya dilakukan, mulai dari evakuasi korban, pendataan kerusakan, pembersihan puing-puing bangunan, hingga membantu masyarakat yang terdampak secara langsung,” ujar Aulia dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Di Kota Manado, satu Satuan Setingkat Peleton (SST) gabungan dari Korem 131/Santiago dan Kodim 1309/Manado difokuskan pada pembersihan material bangunan yang rusak berat, termasuk di area publik seperti Gedung GOR KONI Sario.

Prajurit juga tampak bahu-membahu membantu warga memperbaiki rumah yang terdampak getaran hebat tersebut.

Prajurit TNI membantu penanganan bencana pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). [Istimewa]

Situasi di Kota Bitung juga menjadi atensi serius. Satu SST dari Kodim 1310/Bitung bersama personel Yonif TP 916/BS diterjunkan menyusul adanya laporan gelombang tsunami kecil di wilayah pesisir Lembeh dan Kasawari.

Selain menangani kerusakan bangunan, prajurit aktif memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat pesisir.

Baca Juga: Update Repatriasi Jenazah Prajurit TNI, Upacara Pelepasan PBB di Beirut Digelar Hari Ini

Sementara itu, di wilayah Kodim 1302/Minahasa, personel dikerahkan ke titik-titik rawan di Kabupaten Minahasa dan Minahasa Tenggara. Fokus utama petugas adalah memantau situasi terkini guna mengantisipasi potensi gempa susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah bencana merupakan mandat utama untuk meringankan beban masyarakat.

“Kami telah mengerahkan personel di wilayah terdampak untuk membantu proses penanganan pascagempa. Mulai dari evakuasi, pembersihan, hingga pendataan kerusakan dilaksanakan secara terpadu,” tegas Mirza.

Selain melakukan aksi fisik, prajurit di lapangan terus mengimbau warga agar tetap tenang namun waspada. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan memantau informasi terkini dari BMKG.

Hingga saat ini, kondisi di wilayah terdampak gempa dilaporkan mulai kondusif dan aktivitas warga berangsur normal. Meski demikian, personel Kodam XIII/Merdeka tetap disiagakan untuk melaksanakan pemantauan dan penanganan lanjutan hingga situasi benar-benar aman.

Load More