-
Iran mulai mengincar institusi sipil dan fasilitas publik di berbagai negara Teluk Arab saat ini.
-
Perusahaan teknologi raksasa seperti Google dan Apple masuk dalam daftar target serangan Garda Revolusi.
-
Warga Kuwait dan Arab Saudi dalam kondisi siaga akibat hujan drone dan rudal balistik Iran.
Kawasan transportasi udara di Kuwait kembali menjadi titik panas yang memicu kerugian infrastruktur cukup besar.
Bandara Internasional Kuwait dilaporkan telah menerima serangan untuk yang ketujuh kalinya dalam durasi satu bulan.
Petugas pemadam kebakaran harus berjuang hingga larut malam demi memadamkan kobaran api di area tersebut.
Masyarakat sipil di Kuwait kini dihantui ketakutan mengenai keterlibatan kelompok bersenjata dari negara tetangga mereka.
Ada indikasi kuat bahwa faksi pro-Iran yang berada di Irak akan segera bergabung dalam konflik.
Kekhawatiran akan keamanan fisik mendorong institusi keuangan besar mengambil langkah penyelamatan yang cukup drastis.
Bank Nasional Kuwait secara resmi menghentikan seluruh operasional di kantor pusat mereka guna menghindari potensi korban.
Keputusan ini merupakan respons atas gertakan militer Iran yang ingin melumpuhkan sistem keuangan terafiliasi Barat.
Militer Iran sebelumnya menegaskan niat mereka untuk membalas kerusakan yang menimpa Bank Sepah milik pemerintah mereka.
Baca Juga: Sempat Jadi Lawan Timnas Indonesia, 4 Negara ini Lolos ke Piala Dunia 2026
Ketegangan ekonomi ini menambah beban psikologis bagi para investor dan pelaku usaha di seluruh kawasan.
Iran kini memperluas cakupan perang dengan membidik sektor teknologi yang dianggap membantu operasi intelijen lawan.
Garda Revolusi Islam telah memetakan sejumlah infrastruktur digital global yang masuk dalam radar serangan mereka.
Beberapa nama besar seperti Google dan Microsoft disebut secara eksplisit dalam dokumen ancaman yang dirilis tersebut.
Perusahaan perangkat keras papan atas seperti Nvidia, Intel, dan Apple juga tidak luput dari daftar sasaran.
Iran menuding korporasi ini terlibat dalam pengumpulan data untuk kepentingan militer Amerika Serikat serta Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran
-
Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz
-
Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap
-
Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia
-
PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo