News / Internasional
Jum'at, 03 April 2026 | 07:25 WIB
Drone Shahed 136 milik Iran. (Tasnim)
Baca 10 detik
  • Iran mulai mengincar institusi sipil dan fasilitas publik di berbagai negara Teluk Arab saat ini.

  • Perusahaan teknologi raksasa seperti Google dan Apple masuk dalam daftar target serangan Garda Revolusi.

  • Warga Kuwait dan Arab Saudi dalam kondisi siaga akibat hujan drone dan rudal balistik Iran.

Kawasan transportasi udara di Kuwait kembali menjadi titik panas yang memicu kerugian infrastruktur cukup besar.

Bandara Internasional Kuwait dilaporkan telah menerima serangan untuk yang ketujuh kalinya dalam durasi satu bulan.

Petugas pemadam kebakaran harus berjuang hingga larut malam demi memadamkan kobaran api di area tersebut.

Masyarakat sipil di Kuwait kini dihantui ketakutan mengenai keterlibatan kelompok bersenjata dari negara tetangga mereka.

Ada indikasi kuat bahwa faksi pro-Iran yang berada di Irak akan segera bergabung dalam konflik.

Kekhawatiran akan keamanan fisik mendorong institusi keuangan besar mengambil langkah penyelamatan yang cukup drastis.

Bank Nasional Kuwait secara resmi menghentikan seluruh operasional di kantor pusat mereka guna menghindari potensi korban.

Keputusan ini merupakan respons atas gertakan militer Iran yang ingin melumpuhkan sistem keuangan terafiliasi Barat.

Militer Iran sebelumnya menegaskan niat mereka untuk membalas kerusakan yang menimpa Bank Sepah milik pemerintah mereka.

Baca Juga: Sempat Jadi Lawan Timnas Indonesia, 4 Negara ini Lolos ke Piala Dunia 2026

Ketegangan ekonomi ini menambah beban psikologis bagi para investor dan pelaku usaha di seluruh kawasan.

Iran kini memperluas cakupan perang dengan membidik sektor teknologi yang dianggap membantu operasi intelijen lawan.

Garda Revolusi Islam telah memetakan sejumlah infrastruktur digital global yang masuk dalam radar serangan mereka.

Beberapa nama besar seperti Google dan Microsoft disebut secara eksplisit dalam dokumen ancaman yang dirilis tersebut.

Perusahaan perangkat keras papan atas seperti Nvidia, Intel, dan Apple juga tidak luput dari daftar sasaran.

Iran menuding korporasi ini terlibat dalam pengumpulan data untuk kepentingan militer Amerika Serikat serta Israel.

Load More