-
Austria resmi menolak izin penggunaan wilayah udara bagi militer AS untuk menyerang Iran.
-
Presiden Trump mengecam NATO pengecut karena dianggap tidak membantu pengamanan di Selat Hormuz.
-
Aturan hukum Amerika membatasi langkah Trump jika ingin keluar dari keanggotaan aliansi NATO.
Suara.com - Pemerintah Austria secara resmi menyatakan penolakan terhadap permohonan Amerika Serikat mengenai penggunaan ruang udara nasional.
Langkah tegas ini diambil berkaitan dengan rencana operasi militer yang ditujukan kepada wilayah Republik Islam Iran.
Wina mendasarkan keputusan tersebut pada aturan hukum netralitas yang telah lama menjadi pondasi kebijakan luar negeri mereka.
Juru bicara kementerian pertahanan setempat memberikan konfirmasi bahwa Washington telah mengirimkan sejumlah surat permohonan resmi.
Meski demikian pihak berwenang tidak merinci berapa banyak frekuensi permintaan yang diajukan oleh gedung putih tersebut.
Austria tetap pada pendirian untuk meninjau setiap izin terbang secara mendalam dan sangat selektif.
Negara ini belum mengeluarkan larangan terbang secara menyeluruh namun pemeriksaan tetap dilakukan per kasus.
Dukungan terhadap sikap pemerintah ini juga datang dari kekuatan politik oposisi yakni Partai Sosial Demokrat.
Mereka meminta agar eksekutif tidak memberikan kelonggaran sedikitpun bagi pergerakan logistik tempur menuju kawasan Teluk.
Baca Juga: Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap
“Menteri Pertahanan Klaudia Tanner (OVP) seharusnya tidak menyetujui satu pun penerbangan militer AS ke Teluk. Ia juga seharusnya tidak menyetujui penerbangan transportasi atau dukungan logistik lainnya,” kata Sven Hergovich, kepala SPO di Austria Hilir.
Sven Hergovich menekankan bahwa keterlibatan dalam konflik bersenjata hanya akan membawa kerugian besar bagi stabilitas.
Menurut pandangannya situasi peperangan saat ini telah mengancam roda perekonomian di seluruh daratan Eropa.
“Sama seperti yang dilakukan Spanyol, Prancis, Italia, dan Swiss. Perang ini merusak kepentingan ekonomi Austria, Eropa secara keseluruhan, dan perdamaian dunia,” ujarnya, menambahkan.
Sebelumnya negara lain seperti Spanyol telah lebih dahulu mengunci jalur udara mereka dari aktivitas militer.
Italia juga dilaporkan menolak permintaan pendaratan pesawat perang Amerika yang hendak menuju basis di Sisilia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf
-
Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak
-
Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran
-
Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab
-
Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran
-
Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz
-
Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap
-
Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia
-
PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi