News / Internasional
Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. (Xinhua/Peng Ziyang)
Baca 10 detik
  • Sekretaris Pertahanan AS, Pete Hegseth, meminta Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy George, segera mundur pada Kamis, 2 April 2026.
  • Pergantian jabatan ini bertujuan menempatkan sosok yang mampu mendukung visi strategis Presiden Donald Trump bagi Angkatan Darat Amerika Serikat.
  • Langkah ini menambah daftar panjang pembersihan perwira tinggi militer oleh pemerintahan Trump di tengah berlangsungnya perang besar melawan Iran.

Suara.com - Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, meminta Jenderal Randy George untuk mundur dari jabatan Kepala Staf Angkatan Darat AS, menurut seorang pejabat pemerintah AS, Kamis (2/4/2026).

Dilansir dari New Straits Times, pejabat tersebut membenarkan laporan dari stasiun TV AS, CBS, yang menyebutkan bahwa George diminta segera pensiun.

Alasan di balik permintaan ini belum diungkap secara resmi, namun CBS mengutip seorang sumber yang mengatakan bahwa Hegseth menginginkan sosok yang mampu menjalankan visi dirinya dan Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat AS.

George menjadi perwira senior terbaru yang diminta mundur selama masa jabatan kedua Trump. Langkah ini terjadi di tengah Amerika Serikat yang sedang terlibat dalam perang besar dengan Iran, yang menurut Trump diperkirakan bisa berlangsung beberapa minggu lagi.

Selama hampir empat dekade berkarier di militer, George telah beberapa kali diterjunkan ke Irak dan Afghanistan. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dan Asisten Militer Senior untuk Kepala Pentagon Lloyd Austin pada masa kepresidenan Joe Biden.

Trump sebelumnya telah melakukan pembersihan besar terhadap perwira tinggi militer, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Charles "CQ" Brown, yang diberhentikan tanpa penjelasan pada Februari 2025.

Selain itu, beberapa perwira senior lainnya juga diberhentikan, termasuk kepala Angkatan Laut dan Penjaga Pantai, jenderal yang memimpin National Security Agency, wakil kepala staf Angkatan Udara, seorang laksamana Angkatan Laut yang ditempatkan di NATO, serta tiga pengacara militer top.

Kepala Staf Angkatan Udara juga mengumumkan pengunduran dirinya tanpa penjelasan hanya dua tahun setelah memulai masa jabatan empat tahun, sementara kepala US Southern Command pensiun setelah satu tahun menjabat.

Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden hanya memilih pemimpin yang dianggap tepat, namun anggota parlemen dari Partai Demokrat mengekspresikan kekhawatiran soal potensi politisasi militer AS, yang selama ini dikenal bersifat netral.

Baca Juga: Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

Load More