News / Nasional
Jum'at, 03 April 2026 | 13:17 WIB
Upacara pelepasan dan penghormatan terakhir tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada Kamis (2/4/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menjadwalkan pemulangan jenazah tiga prajurit yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon pada April 2026.
  • Upacara penghormatan terakhir bagi tiga personel telah dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada Kamis, 2 April 2026.
  • Indonesia menuntut PBB melakukan penyelidikan transparan atas serangan militer Israel yang menyebabkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian tersebut.

Suara.com - Pemerintah Republik Indonesia menjadwalkan pemulangan jenazah tiga prajurit TNI penjaga perdamaian yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada pekan pertama April 2026.

Ketiga prajurit tersebut, yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon, gugur menyusul serangan di Lebanon pada 29 dan 30 Maret lalu.

Upacara pelepasan dan penghormatan terakhir telah dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada Kamis (2/4/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia.

Saat ini, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB untuk memastikan proses repatriasi berlangsung aman. 

Proses repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam.

Namun, saat ini intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan, tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan sebaik-baiknya.

"Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia menjadi penguat dalam mengiringi kepulangan para pahlawan bangsa," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (3/4/2026).

Upacara pelepasan dan penghormatan terakhir tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada Kamis (2/4/2026). [Istimewa]

Kecam Serangan Israel, Tuntut Penyelidikan

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyatakan amarah dan duka cita mendalam atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian di Lebanon.

Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB Umar Hadi kala mengawali pernyataannya di rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Selasa (31/1/2026) waktu setempat.

Umar saat itu menegaskan bahwa gugurnya tiga personel tersebut merupakan kehilangan besar bagi misi perdamaian internasional.

"Kami tidak dapat menerima terbunuhnya penjaga perdamaian tersebut. Ini adalah kehilangan besar bagi Indonesia dan juga kehilangan besar bagi kita semua," tegas Umar Hadi.

Indonesia menilai serangan beruntun tersebut sebagai tindakan sengaja untuk melemahkan mandat UNIFIL sesuai Resolusi DK PBB 1701. Atas dasar itu, Indonesia menuntut penyelidikan menyeluruh dan transparan serta meminta Dewan Keamanan PBB memantau hasil investigasi tersebut dan menindaklanjuti secara serius.

Pemerintah juga menyatakan bahwa meningkatnya ketegangan tersebut sejatinya bermula dari serangan berulang militer Israel ke wilayah Lebanon.

Load More