- Presiden Donald Trump resmi memberhentikan Pam Bondi dari jabatan Jaksa Agung Amerika Serikat karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi.
- Pergantian posisi tersebut dilakukan setelah adanya kekecewaan Trump terkait penanganan dokumen skandal Jeffrey Epstein yang berdampak politik.
- Wakil Jaksa Agung Todd Blanche ditunjuk sebagai pejabat sementara sementara Kongres tetap memanggil Bondi untuk memberikan keterangan saksi.
Terdapat pula upaya untuk meyakinkan dewan juri agar mengajukan tuntutan pidana terhadap enam anggota Kongres setelah Trump secara publik menuduh mereka melakukan tindakan pemberontakan, meskipun upaya tersebut akhirnya menemui kegagalan.
Di sisi lain, Kementerian Kehakiman terus melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak lain yang dianggap sebagai lawan politik Trump.
Persoalan dokumen Jeffrey Epstein juga menjadi titik krusial dalam masa jabatan Bondi. Ia dikenal karena memberikan pernyataan yang saling bertentangan terkait dokumen tersebut, yang justru memicu desakan publik agar dokumen dibuka atas nama transparansi.
Trump dilaporkan semakin tidak sabar dengan penanganan dokumen Epstein oleh Bondi yang terus menjadi beban politik bagi Gedung Putih dalam beberapa bulan terakhir.
Dari sisi legislatif, tekanan terhadap Bondi tidak surut meski ia sudah dipecat. Partai Demokrat menegaskan bahwa Bondi tetap harus memenuhi panggilan Kongres yang dijadwalkan akhir bulan ini untuk memberikan keterangan terkait penanganan dokumen Epstein.
Robert Garcia, anggota senior Komite Pengawasan DPR, memberikan pernyataan tegas mengenai hal ini. Garcia mengatakan, "Pam Bondi dan Donald Trump mungkin berpikir pemecatannya akan membebaskannya dari memberikan kesaksian di komite pengawasan. Mereka salah — dan kami menantikan untuk mendengarnya di bawah sumpah."
Juru bicara Komite Pengawasan DPR menyatakan kepada NBC bahwa ketua komite akan segera berdiskusi dengan anggota Partai Republik serta Kementerian Kehakiman untuk menentukan status panggilan tersebut dan langkah hukum selanjutnya.
Sementara itu, Todd Blanche yang kini memimpin kementerian sebagai pejabat sementara memberikan pembelaan terhadap kinerja pendahulunya.
Blanche berujar, "Pam Bondi memimpin kementerian ini dengan kekuatan dan keyakinan dan saya berterima kasih atas kepemimpinan dan persahabatannya. Kami akan terus mendukung aparat penegak hukum, menegakkan hukum, dan melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga Amerika tetap aman."
Baca Juga: Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
Pemecatan Bondi menjadikannya pejabat kabinet perempuan kedua yang diberhentikan Trump dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dipecat pada 5 Maret setelah muncul kontroversi dalam sidang Senat.
Noem menolak menarik pernyataannya yang membenarkan pembunuhan Alex Pretti dan Renee Good di Minneapolis dengan dalih terorisme domestik.
Dalam sidang itu, Noem juga dicecar soal kampanye iklan senilai 220 juta dolar yang ia klaim telah disetujui oleh Trump.
Baik Bondi maupun Noem sebelumnya telah menghadapi pengajuan pasal pemakzulan oleh Partai Demokrat dengan tuduhan "kejahatan berat dan pelanggaran serius".
Berita Terkait
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
-
Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran
-
Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran
-
Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha
-
Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000
-
Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen
-
Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!
-
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan
-
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan