- Penyidik KPK menggeledah rumah Ono Surono di Bandung dan Indramayu pada 1-2 April 2026 terkait kasus korupsi Bekasi.
- Penggeledahan dilakukan untuk mendalami dugaan aliran dana dari tersangka Sarjan kepada Ono Surono dalam kasus suap proyek.
- KPK menyita dokumen serta uang tunai ratusan juta rupiah yang ditemukan di ruang pribadi rumah Ono Surono tersebut.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja melakukan penggeledahan dua rumah milik Wakil Ketua DPRD Jawa Barat yang juga kader dari PDIP, Ono Surono (ONS). Penggeledahan ini terkait kasus yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK).
Rumah pertama yang digeledah adalah yang berlokasi di Kota Bandung, lalu berlanjut rumah kedua di Indramayu. Berikut daftar fakta-fakta penggeledahan rumah Ono Surono oleh penyidik KPK:
1. Penggeledahan di Bandung dan Indramayu
Penggeledahan pertama dilakukan di rumah yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (1/4/2026). Berselang satu hari, yakni pada Kamis (2/4/2026), tim penyidik melanjutkan penggeledahan di rumah Ono Surono yang berada di Indramayu, Jawa Barat. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa kegiatan di Indramayu merupakan pengembangan dari temuan sebelumnya.
2. Dugaan Aliran Dana dari Tersangka Sarjan
Langkah hukum yang diambil KPK terhadap Ono Surono didasari oleh pengembangan penyidikan kasus korupsi di Kabupaten Bekasi. Ono diduga menerima sejumlah uang dari Sarjan (SRJ), yang merupakan pihak swasta sekaligus terdakwa dalam kasus suap proyek yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK).
Terkait kepastian nilai uang yang diterima, Budi Prasetyo menyatakan, “Ini masih terus didalami ya terkait dengan jumlah atau berapa uang yang diberikan oleh SRJ kepada ONS, dan tentu yang lebih penting substansinya, mengapa dan untuk apa SRJ ini memberikan sejumlah uang kepada ONS?”
3. Penyitaan Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah
Dalam operasi penggeledahan di rumah Ono Surono di Bandung, penyidik berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti penting. Budi Prasetyo mengungkapkan, “Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan dan menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai senilai ratusan juta rupiah.” Barang-barang tersebut kini telah disita untuk kepentingan pembuktian dalam persidangan kasus suap proyek di Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
4. Barang Bukti Ditemukan di Ruang Pribadi
KPK memberikan rincian spesifik mengenai lokasi penemuan barang bukti di kediaman politisi tersebut. Berdasarkan keterangan resmi, uang tunai senilai ratusan juta rupiah beserta dokumen-dokumen penting ditemukan oleh penyidik di dalam ruang pribadi Ono Surono.
Penemuan ini memperkuat argumentasi penyidik dalam melakukan upaya paksa penggeledahan guna mencari keterkaitan antara saksi dengan aliran dana dari tersangka pemberi suap.
5. Klarifikasi Mengenai Matinya Kamera CCTV
Muncul isu mengenai matinya kamera pengawas atau CCTV di rumah Ono Surono saat penggeledahan berlangsung di Bandung. KPK menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pemutusan arus atau pencabutan perangkat keamanan tersebut.
“Terkait CCTV, penyidik tidak mencabut atau mematikannya. CCTV dimatikan oleh pihak keluarga, dan penyidik hanya melakukan pengecekan atas CCTV tersebut,” ujar Budi Prasetyo.
Berita Terkait
-
BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter, Cukup Buat Kerja Bolak-Balik Jakarta-Bandung Pakai Mobil Pribadi?
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
Kasus Suap Proyek Bekasi Melebar, Rumah Ono Surono Digeledah KPK
-
Bantah KPK, Pengacara Ono Surono: Penyidik yang Paksa Matikan CCTV, Lalu Sita Uang Arisan!
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau