- Pengacara Ono Surono memprotes prosedur penggeledahan KPK di kediaman kliennya di Bandung pada Rabu, 1 April 2026.
- Pihak pengacara membantah permintaan mematikan CCTV dan justru menuduh penyidik KPK melakukan intimidasi saat proses penggeledahan berlangsung.
- KPK menyita uang terkait dugaan suap ijon proyek Pemkab Bekasi yang menjerat Bupati nonaktif Ade Kuswara tersebut.
Suara.com - Pengacara Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat Ono Surono, Sahali melayangkan protes keras terhadap prosedur penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediaman kliennya di Bandung.
Sahali juga membantah pernyataan KPK yang menyebut keluarga Ono meminta agar CCTV di rumahnya dimatikan saat proses penggeledahan.
Ia menilai pernyataan lembaga antirasuah itu tidak logis karena keluarga Ono tidak memiliki kepentingan untuk mematikan CCTV.
“Penyidiklah yang bersikeras meminta agar CCTV dimatikan,” kata Sahali kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Menurut Sahli, penyidik KPK justru sebaliknya yang diduga telah melakukan intimidasi kepada keluarga Ono saat CCTV sudah dimatikan.
“Setelah CCTV dimatikan, penyidik kemudian diduga mengintimidasi istri Kang Ono Surono dan terjadi aksi dorong mendorong dengan penasihat hukum yang mencoba melindungi istri Ono Surono,” ungkap Sahali.
“Penyidik ngotot menyita uang Rp 50 juta milik keluarga dan Rp 200 juta milik banyak orang peserta arisan dari istri Ono Surono,” imbuhnya.
Padahal, lanjut Sahali, pihaknya sudah menunjukkan bukti berupa grup WhatsApp arisan kepada penyidik.
Dia menegaskan bahwa uang Rp 200 juta yang disita penyidik milik banyak orang peserta arisan. Namun, Sahali menyebut informasi tersebut tidak ditanggapi penyidik.
Baca Juga: KPK Bantah Minta CCTV Rumah Ono Surono Dimatikan Saat Penggeledahan
“Penggeledahan ini bagi kami sekadar upaya framing penyidik-penyidik tertentu terhadap Kang Ono Surono sehingga harus terpaksa menyita barang-barang yang tidak ada kaitan sama sekali,” tuturnya.
Kasus Suap Ijon
KPK menggeledah rumah Ono di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (1/4/2026).
Penggeledahan itu berkaitan dengan kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Bekasi yang menjerat Bupati nonaktif Bekasi Barat Ade Kuswara dan ayahnya, H.M Kunang.
KPK juga sempat mengungkap adanya dugaan Ono menerima uang dari Sarjan pihak swasta sekaligus tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Bekasi.
Untuk itu, KPK kemudian memeriksa Ono selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut sebagai saksi dalam kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Bekasi pada Kamis (15/1/2026).
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Ini
-
Masjid Al-Aqsa Ditutup Total 34 Hari, Zionis Israel Nekat Pakai Dalih Perang Iran demi Keamanan
-
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Bantah Minta Kompensasi Rp3,3 M ke Marinir
-
KPK dan Kortas Tipidkor Polri Gelar Pertemuan Tertutup, Koordinasi Penanganan Kasus Baru!
-
63 Persen TPA Masih Open Dumping, Indonesia Darurat Sampah Meski Sudah Dilarang Sejak 2008
-
Jaksa Wira Bantah Intimidasi Amsal Sitepu Pakai Kue Brownies: Itu Murni Kemanusiaan
-
Akhir Pelarian Penyiram Air Keras di Bekasi: Pelaku Ditangkap, Polisi Gelar Ekspose Besok
-
Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum
-
Komisi III DPR Soroti Kasus Amsal Sitepu: Dugaan Intimidasi Jaksa hingga Penahanan Dipertanyakan
-
Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja