- TNI berperan menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan mengamankan infrastruktur energi strategis dari dampak konflik geopolitik global.
- TNI bekerja sama dengan Polri dan BIN melakukan penindakan tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan subsidi energi nasional.
- Sinergi pemerintah dan aparat keamanan dilakukan untuk memastikan subsidi BBM serta LPG tepat sasaran bagi masyarakat kecil.
Suara.com - Analis politik senior Boni Hargens menilai Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan aktif menjaga stabilitas sosial-ekonomi nasional di tengah dampak konflik Timur Tengah.
Peran tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meredam efek gejolak global terhadap ekonomi dalam negeri.
Menurut Boni, TNI mengambil langkah proaktif agar turbulensi geopolitik tidak berubah menjadi krisis ekonomi domestik.
“TNI memastikan bahwa dinamika konflik internasional tidak mentransformasi dirinya menjadi krisis ekonomi di dalam negeri,” ujarnya, Kamis (9/4).
Boni menjelaskan, kontribusi TNI mencakup pengamanan infrastruktur energi strategis.
Satuan TNI ditempatkan di titik vital seperti kilang minyak, depo BBM, hingga jalur distribusi yang rawan penyalahgunaan.
“Kehadiran fisik aparat militer di lokasi strategis ini memberikan efek deterrensi yang signifikan,” kata Boni.
Di bidang intelijen, TNI disebut bekerja sama dengan Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memetakan ancaman secara komprehensif.
Informasi dari jaringan intelijen militer dinilai menjadi kontribusi penting dalam operasi penindakan terhadap penyalahgunaan subsidi energi.
Baca Juga: Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
Boni juga menyoroti komitmen pemerintah Prabowo-Gibran dalam menjaga subsidi tetap tepat sasaran.
“Pemerintah memastikan subsidi BBM dan LPG benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak, bukan disalahgunakan oleh pihak yang mampu,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi dan peningkatan kapasitas cadangan strategis.
Langkah ini disebut penting untuk meredam volatilitas harga energi global akibat konflik geopolitik.
Penegakan hukum tanpa kompromi juga menjadi fokus utama. Boni menyebut Presiden memberikan mandat penuh kepada TNI dan Polri untuk menindak tegas kejahatan energi.
“Tidak akan ada toleransi bagi mereka yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi sulit dengan menggerogoti subsidi rakyat,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global
-
Dorong Transisi Energi, Prabowo Minta Daerah dan TNI Serap Bus-Truk Listrik Buatan Lokal
-
Siasat Ngirit KSAU: Pesawat Tempur Latihan Sambil Patroli, Hemat BBM Tanpa Kurangi Pengawasan
-
RI Respons Temuan Awal PBB Soal Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: Segera Tuntaskan Investigasi!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya