News / Nasional
Kamis, 09 April 2026 | 15:32 WIB
Pesawat tempur F-16 TNI AU menguji coba pendaratan dan lepas landas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematanag Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231, Provinsi Lampung (12/2/2026). ANTARA/HO-Dispen TNI AU/aa.
Baca 10 detik
  • KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono memastikan penghematan BBM tidak menurunkan kualitas profesionalisme pengawasan wilayah udara nasional.
  • TNI AU menggabungkan latihan manuver dan patroli rutin dalam satu penerbangan guna menjaga jam terbang personel.
  • Strategi efisiensi operasional diterapkan di Mabes AU untuk mengoptimalkan penggunaan BBM.

Suara.com - Di tengah instruksi penghematan energi nasional, TNI Angkatan Udara (TNI AU) tak kehilangan akal untuk tetap menjaga wilayah udara Indonesia.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono memastikan bahwa kebijakan "ikat pinggang" soal bahan bakar minyak (BBM) tidak akan membuat intensitas pengawasan udara kendor.

Tonny menegaskan bahwa TNI AU bergerak adaptif mengikuti arahan pemerintah pusat dan situasi global, namun tetap menempatkan profesionalisme prajurit di atas segalanya.

"Angkatan Udara sangat adaptif menyesuaikan dari kebijakan pemerintah bahwa kita juga tetap menyesuaikan dengan situasi global. Tetapi kami tidak menurunkan kualitas safety dan kualitas profesionalisme penerbang kami," ujar Tonny saat jumpa pers di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).

Agar operasional pesawat tempur tetap gahar meski kuota BBM dibatasi, TNI AU menerapkan metode latihan yang inovatif.

Alih-alih melakukan penerbangan terpisah, jajaran TNI AU kini menggabungkan kegiatan latihan manuver dengan patroli udara rutin dalam satu kali terbang (sortie).

Strategi ini memastikan jam terbang para penerbang, baik pesawat tempur maupun angkut, tetap terjaga tanpa ada porsi latihan yang dikurangi.

"Pemanfaatan fuel (bahan bakar) yang kita kurangi dan beberapa metode latihan kita jadikan satu yang semula latihan sendiri-sendiri. Ini kita jadikan satu sortie (penerbangan) untuk beberapa latihan," jelas Tonny.

Kebijakan hemat energi ini ternyata tidak hanya berlaku di angkasa. Jenderal bintang enmpat itu memastikan efisiensi juga merambah ke seluruh kegiatan operasional di darat.

Baca Juga: Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!

Dengan langkah-langkah strategis ini, Tonny berharap seluruh personel TNI AU tetap mampu menjalankan tugas secara maksimal. (Antara)

Load More