- KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono memastikan penghematan BBM tidak menurunkan kualitas profesionalisme pengawasan wilayah udara nasional.
- TNI AU menggabungkan latihan manuver dan patroli rutin dalam satu penerbangan guna menjaga jam terbang personel.
- Strategi efisiensi operasional diterapkan di Mabes AU untuk mengoptimalkan penggunaan BBM.
Suara.com - Di tengah instruksi penghematan energi nasional, TNI Angkatan Udara (TNI AU) tak kehilangan akal untuk tetap menjaga wilayah udara Indonesia.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono memastikan bahwa kebijakan "ikat pinggang" soal bahan bakar minyak (BBM) tidak akan membuat intensitas pengawasan udara kendor.
Tonny menegaskan bahwa TNI AU bergerak adaptif mengikuti arahan pemerintah pusat dan situasi global, namun tetap menempatkan profesionalisme prajurit di atas segalanya.
"Angkatan Udara sangat adaptif menyesuaikan dari kebijakan pemerintah bahwa kita juga tetap menyesuaikan dengan situasi global. Tetapi kami tidak menurunkan kualitas safety dan kualitas profesionalisme penerbang kami," ujar Tonny saat jumpa pers di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).
Agar operasional pesawat tempur tetap gahar meski kuota BBM dibatasi, TNI AU menerapkan metode latihan yang inovatif.
Alih-alih melakukan penerbangan terpisah, jajaran TNI AU kini menggabungkan kegiatan latihan manuver dengan patroli udara rutin dalam satu kali terbang (sortie).
Strategi ini memastikan jam terbang para penerbang, baik pesawat tempur maupun angkut, tetap terjaga tanpa ada porsi latihan yang dikurangi.
"Pemanfaatan fuel (bahan bakar) yang kita kurangi dan beberapa metode latihan kita jadikan satu yang semula latihan sendiri-sendiri. Ini kita jadikan satu sortie (penerbangan) untuk beberapa latihan," jelas Tonny.
Kebijakan hemat energi ini ternyata tidak hanya berlaku di angkasa. Jenderal bintang enmpat itu memastikan efisiensi juga merambah ke seluruh kegiatan operasional di darat.
Baca Juga: Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
Dengan langkah-langkah strategis ini, Tonny berharap seluruh personel TNI AU tetap mampu menjalankan tugas secara maksimal. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia