News / Nasional
Kamis, 09 April 2026 | 17:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Presiden Prabowo menyambut baik kehadiran pabrik tersebut yang menunjukkan Indonesia memiliki potensi untuk mandiri dalam memproduksi kendaraan listrik pada masa mendatang. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU/pri
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik PT VKTR di Magelang pada Kamis untuk memperkuat industri otomotif nasional.
  • Pemerintah mewajibkan gubernur dan TNI memprioritaskan pembelian bus serta truk listrik lokal guna mendukung kemandirian industri dalam negeri.
  • Pemerintah menargetkan peningkatan tingkat komponen dalam negeri bus listrik hingga 80 persen untuk mengurangi ketergantungan energi fosil.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah daerah hingga militer dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Hal itu disampaikan saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis.

Dalam arahannya, Presiden secara terbuka meminta gubernur di seluruh Indonesia untuk memprioritaskan pembelian produk dalam negeri, khususnya bus dan truk listrik yang kini mulai diproduksi secara massal di Indonesia. Ia juga menyinggung peran Tentara Nasional Indonesia agar ikut berkontribusi dalam menyerap produk lokal tersebut.

"Kita harapkan dari pemprov lain juga akan berpihak dan membeli produk bangsa kita sendiri di seluruh tanah air. Mensesneg catat itu gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri. Bus dan truk dan sebagainya. TNI juga suruh beli dalam negeri," kata Prabowo, seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/4/2026).

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong kemandirian industri sekaligus mempercepat adopsi kendaraan berbasis energi bersih. Prabowo menyebut, kemampuan produksi dalam negeri terus berkembang, termasuk yang dilakukan oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Saat ini, perusahaan tersebut telah mampu memproduksi hingga 10.000 unit bus listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 40 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan dan mencapai 80 persen pada tahap selanjutnya.

Presiden juga mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang telah lebih dulu memesan kendaraan listrik, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui layanan Transjakarta.

"Jadi sudah ada industri bus, industri truk dan saya terima kasih Gubernur Jawa Tengah, katanya Pemda Jawa Tengah sudah pesan berapa puluh bus sudah. Dari DKI juga sudah cukup banyak, Transjakarta," kata Presiden.

Menurut Prabowo, perkembangan ini menunjukkan arah yang jelas dalam pembangunan industri nasional, khususnya di sektor otomotif berbasis listrik. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.

"Jadi, inisiatif yang dilaksanakan oleh VKTR ini, VKTR Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya. Ibarat pucuk dicinta, ulam pun tiba," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Ingin Indonesia Punya Produsen Otomotif Kelas Dunia

Lebih jauh, Prabowo berharap VKTR dapat berkembang menjadi pemain utama di tingkat nasional, bahkan mampu bersaing dengan produsen otomotif global.

"Saya berharap VKTR ini akan menjadi salah satu national champion kita. Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,' kata Prabowo.

Dalam acara tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Komisaris Utama VKTR Anindya Novyan Bakrie, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Load More