- Presiden Prabowo meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik PT VKTR di Magelang pada Kamis untuk memperkuat industri otomotif nasional.
- Pemerintah mewajibkan gubernur dan TNI memprioritaskan pembelian bus serta truk listrik lokal guna mendukung kemandirian industri dalam negeri.
- Pemerintah menargetkan peningkatan tingkat komponen dalam negeri bus listrik hingga 80 persen untuk mengurangi ketergantungan energi fosil.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah daerah hingga militer dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Hal itu disampaikan saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis.
Dalam arahannya, Presiden secara terbuka meminta gubernur di seluruh Indonesia untuk memprioritaskan pembelian produk dalam negeri, khususnya bus dan truk listrik yang kini mulai diproduksi secara massal di Indonesia. Ia juga menyinggung peran Tentara Nasional Indonesia agar ikut berkontribusi dalam menyerap produk lokal tersebut.
"Kita harapkan dari pemprov lain juga akan berpihak dan membeli produk bangsa kita sendiri di seluruh tanah air. Mensesneg catat itu gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri. Bus dan truk dan sebagainya. TNI juga suruh beli dalam negeri," kata Prabowo, seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/4/2026).
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong kemandirian industri sekaligus mempercepat adopsi kendaraan berbasis energi bersih. Prabowo menyebut, kemampuan produksi dalam negeri terus berkembang, termasuk yang dilakukan oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas.
Saat ini, perusahaan tersebut telah mampu memproduksi hingga 10.000 unit bus listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 40 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan dan mencapai 80 persen pada tahap selanjutnya.
Presiden juga mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang telah lebih dulu memesan kendaraan listrik, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui layanan Transjakarta.
"Jadi sudah ada industri bus, industri truk dan saya terima kasih Gubernur Jawa Tengah, katanya Pemda Jawa Tengah sudah pesan berapa puluh bus sudah. Dari DKI juga sudah cukup banyak, Transjakarta," kata Presiden.
Menurut Prabowo, perkembangan ini menunjukkan arah yang jelas dalam pembangunan industri nasional, khususnya di sektor otomotif berbasis listrik. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.
"Jadi, inisiatif yang dilaksanakan oleh VKTR ini, VKTR Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya. Ibarat pucuk dicinta, ulam pun tiba," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Ingin Indonesia Punya Produsen Otomotif Kelas Dunia
Lebih jauh, Prabowo berharap VKTR dapat berkembang menjadi pemain utama di tingkat nasional, bahkan mampu bersaing dengan produsen otomotif global.
"Saya berharap VKTR ini akan menjadi salah satu national champion kita. Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,' kata Prabowo.
Dalam acara tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Komisaris Utama VKTR Anindya Novyan Bakrie, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Berita Terkait
-
Prabowo Ingin Indonesia Punya Produsen Otomotif Kelas Dunia
-
Prabowo Pastikan Indonesia Beri Kejutan Lewat Industri Kendaraan Listrik
-
Prabowo Targetkan Produksi Massal Mobil Sedan Listrik Buatan Indonesia pada 2028
-
Siasat Ngirit KSAU: Pesawat Tempur Latihan Sambil Patroli, Hemat BBM Tanpa Kurangi Pengawasan
-
Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana