- Pengelola Ekowisata Mangrove ini membatasi kunjungan menjadi dua kali sepekan demi menjaga kelestarian ekosistem.
- Pihak pengelola menyusun paket wisata edukatif bersama konsultan dan melibatkan warga desa dalam operasional serta pengawasan lingkungan.
- Pengembangan infrastruktur serta fasilitas terus dilakukan untuk mendukung kenyamanan wisatawan dan meningkatkan kesadaran.
- Wisata Kano & Jelajah Mangrove: Menelusuri hutan bakau sekaligus belajar sistem silvofishery.
- Edukasi Pesisir dan Laut: Program belajar mengenai ekosistem laut bagi pengunjung.
- Camping Ceria & Retreat: Paket menginap di alam pedesaan yang tenang.
- Snorkeling: Eksplorasi keindahan bawah laut di Gili Sulat dan Gili Lawang yang terintegrasi dengan kawasan mangrove.
- Memancing Tradisional: Merasakan kearifan lokal masyarakat pesisir.
Pengembangan Infrastruktur
Sementara itu, Project Coordinator MARVEL East Lombok, Maria Natalia Pratiwi, menyampaikan fasilitas penunjang di kowisata ini juga akan terus ditingkatkan.
"Nanti akan diperpanjang jembatan kayu (trek) lagi," kata Maria.
Selain jembatan kayu, Aliman menambahkan pihaknya juga berencana pembuatan gapura agar lebih menarik.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap wisatawan yang pulang dari sini membawa perspektif baru tentang pentingnya menjaga alam," tutup Aliman.
Bagi wisatawan yang tertarik berkunjung atau melakukan kegiatan berkelompok seperti camping (dengan kuota tertentu), disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu mengingat konsep wisata terbatas yang diterapkan demi menjaga paru-paru dunia di pesisir Lombok Timur ini.
Berita Terkait
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!