News / Nasional
Sabtu, 11 April 2026 | 08:24 WIB
Ekowisata Mangrove di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Baca 10 detik
  • Pengelola Ekowisata Mangrove ini membatasi kunjungan menjadi dua kali sepekan demi menjaga kelestarian ekosistem.
  • Pihak pengelola menyusun paket wisata edukatif bersama konsultan dan melibatkan warga desa dalam operasional serta pengawasan lingkungan.
  • Pengembangan infrastruktur serta fasilitas terus dilakukan untuk mendukung kenyamanan wisatawan dan meningkatkan kesadaran.
  • Wisata Kano & Jelajah Mangrove: Menelusuri hutan bakau sekaligus belajar sistem silvofishery.
  • Edukasi Pesisir dan Laut: Program belajar mengenai ekosistem laut bagi pengunjung.
  • Camping Ceria & Retreat: Paket menginap di alam pedesaan yang tenang.
  • Snorkeling: Eksplorasi keindahan bawah laut di Gili Sulat dan Gili Lawang yang terintegrasi dengan kawasan mangrove.
  • Memancing Tradisional: Merasakan kearifan lokal masyarakat pesisir.

Pengembangan Infrastruktur

Sementara itu, Project Coordinator MARVEL East Lombok, Maria Natalia Pratiwi, menyampaikan fasilitas penunjang di kowisata ini juga akan terus ditingkatkan.

"Nanti akan diperpanjang jembatan kayu (trek) lagi," kata Maria.

Ekowisata Mangrove di Lombok Timur, NTB. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Selain jembatan kayu, Aliman menambahkan pihaknya juga berencana pembuatan gapura agar lebih menarik.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap wisatawan yang pulang dari sini membawa perspektif baru tentang pentingnya menjaga alam," tutup Aliman.

Bagi wisatawan yang tertarik berkunjung atau melakukan kegiatan berkelompok seperti camping (dengan kuota tertentu), disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu mengingat konsep wisata terbatas yang diterapkan demi menjaga paru-paru dunia di pesisir Lombok Timur ini.

Load More