- Delegasi Pemerintah Iran tiba di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026) untuk memulai perundingan damai dengan Amerika Serikat.
- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan keraguan atas niat Amerika Serikat berdasarkan pengalaman pengkhianatan di masa lalu.
- Iran menuntut pemenuhan hak nasional sebagai syarat perdamaian atau mereka siap menggunakan kekuatan militer untuk perlindungan negara.
Suara.com - Delegasi tingkat tinggi dari Pemerintah Iran kini telah tiba di Pakistan untuk memulai proses perundingan damai yang sangat krusial dengan pihak Amerika Serikat.
Namun, kedatangan tim negosiator tersebut dicatat oleh sikap kewaspadaan tingkat tinggi yang disuarakan langsung oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf.
Ia secara terang-terangan menyatakan bahwa meskipun negaranya membawa niat baik, mereka sama sekali tidak menaruh kepercayaan pada janji-janji manis dari Pemerintah Washington.
Mohammad Baqer Qalibaf, yang juga bertindak sebagai ketua tim terkait Iran, menyampaikan sikap skeptis ini kepada para wartawan sesaat setelah mendarat di bandara Islamabad.
Dalam konferensi pers singkat tersebut, ia kembali mengingatkan masyarakat internasional mengenai pengalaman pahit negaranya yang berulang kali dikhianati oleh Amerika Serikat.
“Dua kali dalam waktu kurang dari setahun, di tengah perundingan, dan meskipun pihak Iran memiliki itikad baik, mereka menyerang kami dan melakukan banyak kejahatan perang,” ungkap Qalibaf mengingatkan kelicikan musuh, dikutip dari Tasnim News, Sabtu (11/4/2026).
Berkaca pada kejadian penyerangan mendadak di masa lalu tersebut, sang ketua parlemen menegaskan bahwa kewaspadaan menjadi prioritas utama tim dalam perundingan kali ini.
“Kami punya niat baik, tapi kami tidak punya kepercayaan (pada Amerika),” tegas politisi senior Iran tersebut kembali pada pendirian teguhnya.
Lebih lanjut, ia memberikan sebuah syarat mutlak apabila pihak musuh benar-benar menginginkan perdamaian yang permanen di Kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Meta Batasi Usia Pengguna di Indonesia: Facebook, Instagram dan Threads Ikuti Aturan Baru PP Tunas
Ia mencatat bahwa jika pihak Amerika Serikat benar-benar siap untuk menghasilkan sebuah kesepakatan yang jujur, maka mereka harus mengakui dan memberikan hak-hak penuh kepada bangsa Iran.
Apabila syarat-syarat tersebut dipastikan terpenuhi, Qalibaf bahwa delegasi AS akan melihat sendiri bagaimana kesiapan dan iktikad baik Iran untuk menyetujui perjanjian damai.
Namun, ia juga tak segan untuk melontarkan peringatan mematikan jika pihak Washington kembali mencoba menggunakan meja perundingan hanya sebagai kedok.
Jika terbukti bahwa AS menjadikan negosiasi ini sebagai pertunjukan sia-sia dan operasi penipuan militer, maka pihak Teheran sudah sangat siap untuk mengambil langkah sepihak.
Pemerintah Teheran bersumpah siap untuk menjamin hak-hak bangsanya secara paksa dengan sepenuhnya mengandalkan kemampuan tempur militer mereka sendiri.
Sebagai bukti dari kesiapan tersebut, Qalibaf mengutip keberhasilan negaranya dalam melancarkan berbagai balasan serangan yang sangat mematikan selama agresi terakhir berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan