- Indonesia menyumbang 40,37 persen pasokan CPO global, namun Singapura justru meraup nilai ekonomi lebih besar melalui perdagangan perantara.
- Data menunjukkan Singapura menjual kembali sawit Indonesia dengan selisih harga signifikan, mencapai US$634 per ton pada tahun 2022.
- Aliran perdagangan melalui Singapura merugikan potensi ekonomi Indonesia sehingga diperlukan penguatan kebijakan hilirisasi serta pengawasan perdagangan yang lebih ketat.
Suara.com - Indonesia memegang peran vital sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia. Namun, di balik dominasi tersebut, negara tetangga Singapura yang tidak memiliki lahan sawit justru meraup nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dari komoditas ini.
Berdasarkan data, Indonesia menyumbang sekitar 40,37 persen pasokan global dengan total ekspor mencapai 53,9 juta ton sepanjang periode 2015–2024. Meski demikian, sebagian nilai tambah dari perdagangan sawit justru dinikmati pihak perantara di Singapura.
“Fenomena ini ibarat kenyataan pahit bagi industri strategis nasional, apalagi melihat komoditas unggulan kita justru memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi broker di Singapura ketimbang bagi produsen dalam negeri sendiri," ujar Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko di Jakarta, Minggu (12/04/2026).
Menurutnya, posisi strategis Singapura sebagai hub perdagangan dan re-ekspor membuat sekitar 5,69% dari total ekspor CPO Indonesia mengalir ke negara tersebut sebelum didistribusikan kembali ke pasar global. Volume tersebut setara dengan 3,07 juta ton.
Christiantoko menyebut aliran tersebut sebagai “lubang hitam” yang mengaburkan nilai ekonomi sebenarnya dari komoditas sawit Indonesia.
Hasil analisis NEXT Indonesia Center menunjukkan adanya selisih harga signifikan antara harga ekspor Indonesia dengan harga jual kembali oleh Singapura.
Pada produk sawit rafinasi (HS 151190) tahun 2022, Singapura membeli dari Indonesia seharga US$1.345 per ton, kemudian menjualnya kembali ke pasar dunia seharga US$1.979 per ton. Dengan demikian, terdapat selisih harga mencapai US$634 per ton.
Christiantoko mengatakan selisih harga ini mengindikasikan bahwa sebagian besar keuntungan “diparkir” di perusahaan perantara di Singapura.
"Harga yang dilaporkan ke otoritas Indonesia rata-rata hanya setengah dari harga yang berlaku di pasar tujuan akhir seperti Amerika Serikat," ungkap Christiantoko mengutip temuan risetnya.
Baca Juga: Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam
Ia menilai kondisi ini merugikan Indonesia, baik dari sisi nilai ekonomi maupun potensi penerimaan negara.
Hingga kini, jalur perdagangan melalui Singapura tetap menjadi salah satu titik krusial dalam rantai distribusi sawit global.
Tanpa penguatan kebijakan hilirisasi dan pengawasan perdagangan, nilai tambah komoditas unggulan tersebut berpotensi terus mengalir ke luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
-
Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Resmi Ditetapkan, Apa Maknanya?
-
BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026
-
Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan
-
Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri
-
Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah
-
Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai
-
Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri
-
Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina
-
Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai