- Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi CPO April 2026 sebesar USD 989,63 per metrik ton akibat kendala suplai global.
- Peningkatan harga referensi CPO tersebut berdampak langsung pada kenaikan bea keluar dan pungutan ekspor minyak kelapa sawit.
- Harga referensi biji kakao periode April 2026 turun 21,17 persen menjadi USD 3.190,63 akibat kelebihan pasokan internasional.
Suara.com - Kementerian Perdagangan menetapkan kenaikan harga referensi minyak kelapa sawit mentah (CPO) untuk periode April 2026 di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor komoditas. Di sisi lain, harga biji kakao justru mengalami penurunan tajam akibat kelebihan pasokan di pasar internasional.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menyampaikan bahwa harga referensi CPO periode April 2026 mencapai USD 989,63 per metrik ton, naik 5,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Saat ini, HR CPO meningkat dibandingkan dengan periode Maret 2026. Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan permintaan yang tidak diikuti dengan peningkatan suplai akibat penurunan produksi, serta peningkatan harga minyak mentah akibat situasi geopolitik di Timur Tengah," ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada peningkatan bea keluar (BK) CPO yang ditetapkan sebesar USD 148 per metrik ton. Selain itu, pungutan ekspor (PE) juga ikut naik menjadi USD 123,7035 per metrik ton atau setara 12,5 persen dari harga referensi.
Penetapan harga referensi tersebut dihitung berdasarkan rata-rata harga dari beberapa bursa internasional dalam periode 20 Februari hingga 19 Maret 2026. Dalam periode tersebut, harga CPO di Bursa Indonesia tercatat USD 896,94 per metrik ton, Bursa Malaysia USD 1.082,31 per metrik ton, dan Rotterdam mencapai USD 1.319,84 per metrik ton.
"Sehingga, harga referensi bersumber dari Bursa CPO di Indonesia dan Bursa CPO di Malaysia. Sesuai dengan perhitungan tersebut, HR CPO ditetapkan sebesar USD 989,63/MT," kata Tommy.
Selain CPO, pemerintah juga menetapkan kebijakan terhadap produk turunannya seperti minyak goreng kemasan. Untuk produk refined, bleached, and deodorized (RBD) palm olein dalam kemasan bermerek dengan berat maksimal 25 kilogram, dikenakan bea keluar sebesar USD 33 per metrik ton.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada komoditas kakao. Harga referensi biji kakao periode April 2026 ditetapkan sebesar USD 3.190,63 per metrik ton, turun drastis hingga 21,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan ini turut menekan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao yang kini berada di level USD 2.886 per metrik ton atau turun 22,46 persen secara bulanan.
Baca Juga: Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah
"Penurunan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi peningkatan suplai seiring dengan membaiknya produksi di negara produsen utama, yang tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan," tutur Tommy.
Untuk komoditas lainnya, pemerintah menetapkan harga patokan ekspor produk kulit yang relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, getah pinus mengalami kenaikan tipis menjadi USD 916 per metrik ton.
Di sektor kehutanan, beberapa produk kayu mengalami kenaikan harga patokan ekspor, terutama untuk jenis veneer dan kayu olahan tertentu. Meski begitu, sebagian jenis lain seperti merbau dan jati justru mengalami penurunan harga, mencerminkan dinamika permintaan global yang belum merata.
Berita Terkait
-
Inovasi Desa Perkuat Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem: dari Lebah, Kakao hingga Kopi Lokal
-
Pengusaha Kakao Lokal Minta Insentif ke Pemerintah, Suku Bunga Bisa Tembus 12%
-
Gaji Petani Kakao Indonesia Bisa Tembus Rp 10 Juta per Bulan, Ini Rahasianya
-
Kemenkeu Siapkan Peremajaan Lahan Kakao 5.000 Hektar di 2026
-
Kakao Indonesia di Mata Dunia: Dihantam Black Campaign, Dianggap Mematikan Orang Utan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM
-
Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG
-
Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS
-
Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?
-
Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026
-
Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983
-
Update Harga Pangan, Cabai Rawit 'Gila-gilaan', Beras dan Minyak Ikut Kompak Naik
-
Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS
-
Indonesia Siap Beli Pesawat Tempur KAAN Turki dengan Pinjaman Luar Negeri