News / Nasional
Minggu, 12 April 2026 | 12:28 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dalam acara Peringatan Malam Nuzulul Quran di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
Baca 10 detik
  • Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya soliditas kader dalam Musda XI Golkar Sulawesi Utara di Manado, Sabtu (11/4/2026).
  • Bahlil menargetkan pengurus baru meningkatkan perolehan kursi legislatif serta menempatkan pimpinan DPRD Golkar di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.
  • Michaela Elsiana Paruntu resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Utara periode 2025–2030 dalam forum tersebut.

Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengeluarkan peringatan tegas kepada kader saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulawesi Utara (Sulut). Ia menekankan soliditas sebagai kunci utama memenangkan pertarungan politik ke depan.

“Tidak ada kekuatan politik yang bisa menjalankan misi dan targetnya tanpa persatuan. Karena itu saya selaku ketua umum memerintahkan, siapapun yang terpilih nanti harus menggandeng yang lain. Jangan ada kubu sana, kubu sini,” ujar Bahlil saat membuka Musda XI Golkar Sulawesi Utara di Manado, Sabtu (11/4/2026).

Dalam pidatonya, Bahlil menegaskan Musda bukan sekadar agenda formalitas, melainkan forum strategis yang menentukan arah partai di daerah.

“Ada tiga keputusan penting yang lahir dari forum ini, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, menetapkan pokok-pokok pikiran program kerja serta rekomendasi, dan memilih Ketua DPD I untuk periode selanjutnya,” katanya.

Ia menilai evaluasi kepengurusan menjadi pijakan penting untuk merumuskan strategi politik ke depan.

Selain soal soliditas, Bahlil juga memberi target konkret kepada pengurus baru. Ia meminta perolehan kursi legislatif di tingkat daerah harus meningkat pada Pemilu 2029.

“Tugas DPD Partai Golkar Sulawesi Utara harus menambah kursi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti belum meratanya posisi pimpinan DPRD dari Golkar di seluruh wilayah Sulut.

“Saat ini menurut laporan ketua saat ini, ibu Tety, dari 15 kabupaten/kota di Sulut, baru 11 yang ada pimpinan dari Partai Golkar. Jadi ini menjadi tugas ketua dan pengurus Partai Golkar Sulut yang baru supaya nantinya setiap kabupaten/kota ada pimpinan dari Partai Golkar,” ujarnya.

MEP Terpilih Aklamasi

Dalam forum Musda XI tersebut, Michaela Elsiana Paruntu (MEP) resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dengan dukungan penuh pemilik suara.

Dalam sambutannya, MEP menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh kader dan memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput.

“Saya mengajak kita semua tetap bersatu, solid, dan bekerja bersama demi kemenangan Partai Golkar ke depan. Kita berkomitmen untuk menjalankan visi-misi sesuai dengan amanah yang diberikan mari kita bekerja sama untuk melayani masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Ketua DPD I Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu, menyampaikan apresiasi kepada Bahlil yang telah memberikan kepercayaan hingga akhir masa jabatannya.

“Saya sampaikan terima kasih yang tulus atas kepercayaan bapak ketua umum sehingga saya sehingga masih bisa memimpin sampai saat ini, sampai akhir masa jabatan dan tidak di-PLT-kan,” pungkas Tetty.

Load More