- Gubernur Pramono Anung menginstruksikan operasi pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah Jakarta mulai April 2026 mendatang.
- Langkah ini bertujuan menanggulangi kerusakan tanggul sungai serta melindungi ekosistem ikan lokal dari ancaman ikan invasif.
- Program jangka panjang ini berlanjut setelah kesuksesan pembersihan ribuan ikan sapu-sapu di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Suara.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajarannya di seluruh wilayah kota untuk menggelar operasi pembersihan terhadap populasi ikan sapu-sapu.
Langkah ini diambil karena keberadaan ikan tersebut dinilai telah merusak ekosistem sungai dan mengancam infrastruktur tanggul.
Pramono menegaskan bahwa aksi penjaringan ikan sapu-sapu di kawasan Plaza Indonesia (PI), Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu akan dijadikan sebagai titik awal gerakan pembersihan secara meluas di wilayah lainnya.
“Maka saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi. Jadi kita mulai apa yang di PI (Plaza Indonesia) kemarin sebagai awal,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).
Menurut Pramono, penanganan hama air ini tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menekankan perlunya komitmen jangka panjang dan program yang berkesinambungan untuk benar-benar menekan lonjakan populasi ikan invasif tersebut.
“Jadi kemarin memang sudah cukup banyak, tapi nggak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pramono memaparkan dua dampak negatif utama dari keberadaan ikan sapu-sapu.
Pertama, kebiasaan ikan ini dalam membuat lubang di tepian sungai dapat merusak integritas tanggul lingkungan. Kedua, sifat predatornya yang menghabiskan sumber makanan ikan lokal sehingga mengganggu rantai makanan alami.
“Memang ikan sapu-sapu ini merusak terutama apa ya, tanggul lingkungan dan juga menjadi predator karena semua makanan bagi ikan yang lain dihabisin,” tegas Pramono.
Baca Juga: Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
Pramono memperingatkan bahwa jika langkah pengurangan jumlah ikan sapu-sapu ini ditunda, maka kelestarian ikan lokal akan terancam, yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas lingkungan hidup warga Jakarta secara keseluruhan.
“Sehingga ikan-ikan lain yang merupakan ikan lokal itu kalau tidak dilakukan segera penangkapan dan juga mengurangi jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada kita,” jelas Pramono.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah memulai inisiatif ini dengan menjaring ribuan ikan sapu-sapu di aliran sungai sekitar mal Plaza Indonesia.
Seluruh ikan yang terjaring langsung dimusnahkan dengan metode penguburan guna mencegah pencemaran lingkungan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi