News / Metropolitan
Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Baca 10 detik
  • Gubernur Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Satpol PP menindak tegas aksi premanisme dan pemalakan di kawasan Pasar Tanah Abang.
  • Instruksi tersebut muncul pada Minggu (12/4/2026) setelah video viral menunjukkan sopir bajaj dipaksa membayar jatah harian.
  • Pemerintah berkomitmen melakukan penertiban tanpa tebang pilih guna menjamin keamanan serta kenyamanan warga dalam mencari nafkah.

Suara.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas terkait untuk menindak tegas aksi premanisme yang kembali marak di kawasan Pasar Tanah Abang.

Langkah ini merupakan respons langsung terhadap laporan warga mengenai praktik pemalakan yang terjadi di wilayah tersebut.

Persoalan ini mencuat setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pengakuan para sopir bajaj yang harus menyetor uang "jatah" hingga Rp100 ribu per hari kepada oknum preman.

Pramono menegaskan, pihaknya telah meminta aparat untuk segera melakukan penertiban di lapangan.

“Saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Mantan Sekretaris Kabinet ini menekankan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap aksi-aksi kriminal yang mengganggu ketertiban umum dan membebani ekonomi masyarakat kecil.

Ia menjamin penanganan kasus ini akan dilakukan tanpa tebang pilih.

“Tidak ada kompromi lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono menyatakan komitmennya sebagai kepala daerah untuk membersihkan simpul-simpul ekonomi di Jakarta dari pengaruh premanisme. Menurutnya, rasa aman bagi warga dalam mencari nafkah adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga: Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya

“Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu,” ujar Pramono.

Load More