-
Pakistan mengirimkan jet tempur ke Arab Saudi sesuai pakta pertahanan kolektif kedua negara.
-
Pengerahan militer ini bertujuan menekan Iran agar lebih kooperatif dalam negosiasi perdamaian.
-
Langkah ini sekaligus mengamankan investasi ekonomi Arab Saudi di tengah krisis keuangan Pakistan.
Suara.com - Pakistan secara resmi memobilisasi armada jet tempur menuju wilayah Arab Saudi sebagai bentuk nyata implementasi pakta pertahanan kolektif.
Langkah militer ini diambil guna membentengi wilayah kerajaan dari rentetan serangan udara yang terus dilancarkan oleh pihak Iran.
Kehadiran jet tempur tersebut menandai babak baru keterlibatan militer Islamabad dalam menjaga kedaulatan sekutu utamanya di Timur Tengah.
Dikutip dari Al Jazeera, Menariknya, pengerahan ini dilakukan tepat saat Pakistan sedang memfasilitasi dialog perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Strategi ini dinilai sebagai upaya penyeimbang kekuatan agar proses negosiasi di Islamabad memiliki posisi tawar yang jelas.
Pengiriman kekuatan udara ini berakar pada perjanjian pertahanan yang ditandatangani kedua negara pada September 2025 lalu.
Dalam kesepakatan tersebut, ditegaskan bahwa serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap negara lainnya.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyetujui poin-poin krusial tersebut saat bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Riyadh.
Menteri Luar Negeri Ishaq Dar mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan peringatan langsung kepada otoritas Iran pada awal Maret.
Baca Juga: Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan
“Saya secara pribadi memperingatkan para pemimpin Iran bahwa Islamabad terikat oleh kewajibannya kepada Riyadh berdasarkan perjanjian tersebut,” ujar Ishaq Dar.
Jaminan Keamanan dan Dinamika Serangan Udara
Pihak Iran sebenarnya sempat meminta kepastian agar wilayah kedaulatan Arab Saudi tidak disalahgunakan untuk menyerang mereka.
Mengenai hal tersebut, Dar menyatakan telah mengantongi jaminan agar wilayah Saudi tetap steril dari aktivitas ofensif ke Iran.
“Iran mencari jaminan bahwa wilayah Saudi tidak akan digunakan untuk menyerangnya, dan saya mendapatkan jaminan tersebut,” tegas Dar.
Meski komunikasi diplomatik terus berjalan, serangan proyektil Iran ke objek vital di Arab Saudi nyatanya masih terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua