- Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut Israel sebagai kutukan kemanusiaan akibat serangan terhadap warga sipil di Lebanon.
- Pernyataan tersebut memicu kemarahan pemerintah Israel yang menilai komentar Asif sangat keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi.
- Konflik diplomatik ini mengancam peran Pakistan sebagai mediator netral dalam negosiasi perdamaian antara Iran dan pihak Israel.
Suara.com - Pernyataan keras dari Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif yang menyebut Israel sebagai kutukan bagi kemanusiaan telah memicu amarah besar dari para pemimpin Israel.
Situasi ini menjadi sangat sensitif karena Pakistan saat ini berperan sebagai mediator dalam negosiasi perdamaian antara Iran dan Israel.
Komentar pedas tersebut disampaikan Asif melalui unggahan di media sosial sebagai respons atas serangan Israel yang terus menewaskan warga sipil di Lebanon, bahkan di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung di Islamabad.
"Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia," tulis Asif dikutip dari Anadolu Agency.
Asif juga menyoroti apa yang ia sebut sebagai genosida yang dilakukan Israel di berbagai wilayah, dari Gaza hingga Lebanon.
"Pertama Gaza, kemudian Iran dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti," ucap Asif.
Pernyataan ini langsung memicu reaksi berang dari Tel Aviv. Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut komentar tersebut sangat keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi, terutama dari negara yang mengklaim sebagai penengah.
"Seruannya (Asif) untuk pemusnahan Israel sangat keterlaluan. Ini bukan pernyataan yang dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun."
"Terutama dari pemerintah yang mengklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian," demikian dikutip dari Times of Israel, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar yang melabeli pernyataan Asif sebagai anti-Semit dan fitnah yang terang-terangan.
"Fitnah anti-Semit yang terang-terangan dari pemerintah yang mengklaim menengahi perdamaian," kata Sa'ar.
Lebih jauh, ia menyebut pihak-pihak yang menyebar narasi semacam itu sebagai teroris dan menegaskan bahwa Israel akan terus membela diri.
"Israel akan membela diri terhadap teroris yang bersumpah untuk menghancurkannya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Israel dan Lebanon Siap Negosiasi di Washington, Upaya Gencatan Senjata Menguat
-
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat
-
ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama
-
Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota untuk Magang Nasional 2026
-
Ogah Kecolongan Seperti Riza Chalid! Ini Strategi Kejagung Gembok Samin Tan Sebelum Sasar Pejabat
-
Kejagung Masih Buru Riza Chalid, Jampidsus: Jangan Dibuka Keberadaannya, Nanti Kabur Lagi
-
Prabowo Geram ke Pengusaha Tambang Bandel: Mereka Meludahi Pengorbanan Pahlawan!
-
Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 11,4 Triliun Hasil Satgas PKH: Bisa Perbaiki 34 Ribu Sekolah
-
Menko Yusril: Kami Dengar Riza Chalid Ada di Malaysia
-
Punya 'Mata dan Telinga', Prabowo: Saya Tahu Banyak Anggota Satgas PKH Diancam dan Intimidasi Mafia
-
Gus Ipul Ingatkan ASN Kemensos Tetap Absen dan Lapor Kinerja Selama WFH: Ada Sanksi jika Melanggar!