-
Inggris menolak ikut blokade militer AS di Iran untuk mencegah krisis ekonomi lebih lanjut.
-
Keir Starmer memprioritaskan diplomasi dan kebebasan navigasi global di perairan Selat Hormuz sekarang.
-
Harga minyak dunia melonjak hingga 100 dolar AS akibat penutupan jalur energi strategis tersebut.
Suara.com - Inggris secara resmi menyatakan tidak akan mengerahkan armada kapal perang maupun personel militernya untuk membantu Amerika Serikat melaksanakan blokade pelabuhan Iran.
Langkah diplomatik ini diambil untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur perdagangan internasional yang sangat krusial bagi biaya hidup masyarakat.
Dikutip dari BBC, Sikap London menonjolkan perbedaan strategi dengan Washington yang memilih jalur konfrontasi fisik langsung melalui penutupan akses maritim di wilayah Teluk tersebut.
Keputusan ini menjadi titik tekan baru dalam dinamika hubungan transatlantik di tengah upaya dunia meredam lonjakan harga energi akibat ketegangan regional.
Meskipun menarik diri dari aksi blokade, aset pembersih ranjau dan sistem anti-drone Inggris dipastikan tetap beroperasi di kawasan strategis tersebut.
Seorang juru bicara pemerintah Inggris memberikan pernyataan resmi mengenai posisi strategis negara tersebut dalam menghadapi krisis di wilayah perairan Iran.
"Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonomi global dan biaya hidup di tanah air," ujarnya.
Pernyataan ini muncul menyusul kegagalan perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer terus mendesak dilakukannya de-eskalasi secara menyeluruh guna menghindari dampak buruk yang lebih luas bagi keamanan dunia.
Baca Juga: Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz
Ketegangan ini memuncak setelah delegasi kedua negara bertemu di Islamabad, Pakistan, namun gagal menghasilkan kesepakatan damai yang permanen bagi kedua pihak.
Sikap Tegas Amerika Serikat dalam Menutup Akses
Menanggapi buntu-nya negosiasi, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan drastis untuk menutup seluruh akses keluar masuk kapal di perairan strategis itu.
Donald Trump secara tegas menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mulai "MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba memasuki, atau meninggalkan, Selat Hormuz".
Komando Pusat AS atau Centcom menyusul dengan konfirmasi bahwa mereka akan melaksanakan perintah tersebut secara tidak memihak pada semua jenis kapal niaga.
Operasi pemblokiran ini mencakup seluruh kapal yang terafiliasi dengan pelabuhan Iran, termasuk yang berada di kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- Fajar Sadboy Kecelakaan, Keluarga Pingsan Dengar Kabar
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?
-
Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan
-
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
-
Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global
-
Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
-
Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!
-
Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!
-
Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI
-
Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut