-
Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran di Pakistan gagal.
-
Iran menyatakan tidak akan tunduk pada ancaman dan siap membalas serangan militer Amerika Serikat.
-
Kegagalan negosiasi nuklir memicu ancaman kehancuran infrastruktur energi Iran dan kenaikan harga minyak global.
Suara.com - Langkah sepihak Amerika Serikat melakukan blokade laut menunjukkan kebuntuan total dalam negosiasi nuklir yang telah diupayakan sebelumnya.
Respons keras Teheran menandakan kesiapan perang terbuka jika kedaulatan maritim mereka di wilayah strategis tersebut dilanggar.
Dikutip dari Al Arabiya, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan posisi negaranya yang tidak akan mundur menghadapi tekanan militer Amerika.
Ia menyatakan bahwa Iran akan membalas setiap aksi kekerasan dengan kekuatan yang setara demi mempertahankan harga diri bangsa.
“Jika mereka melawan, kami akan melawan, dan jika mereka maju dengan logika, kami akan menghadapinya dengan logika. Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi sehingga kami dapat memberi mereka pelajaran yang lebih besar,” ujar Ghalibaf dikutip dari Al Arabiya, Senin (13/4/2026).
Sementara itu Kepala Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, justru menilai ancaman blokade dari Donald Trump sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
Pihak Teheran mengklaim terus mengawasi setiap gerak-gerik armada tempur Amerika yang berada di sekitar perairan Timur Tengah.
Menurut Irani, kekuatan laut Republik Islam Iran memiliki kontrol penuh atas wilayah perairan yang menjadi jalur utama kapal tanker.
“Para pria pemberani dari angkatan laut Angkatan Darat Republik Islam Iran sedang memantau dan mengawasi semua pergerakan tentara Amerika yang agresif di kawasan tersebut. Ancaman Presiden AS untuk memblokade Iran di laut... sangat konyol dan lucu,” tuturnya.
Baca Juga: Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?
Kontrol Ketat di Jalur Distribusi Minyak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan bahwa kehadiran kapal perang asing akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Pihak IRGC menekankan bahwa pengelolaan Selat Hormuz saat ini berada di bawah sistem manajemen cerdas milik militer mereka.
Setiap upaya mendekati wilayah sensitif tersebut dipastikan akan mendapatkan tindakan keras dan tegas dari pasukan penjaga perbatasan.
Meskipun demikian, Iran mengklaim jalur tetap terbuka bagi kapal non-militer yang mematuhi regulasi ketat yang telah mereka tetapkan.
Instruksi blokade dari Donald Trump muncul sebagai bentuk kemarahan atas kegagalan perundingan damai yang melibatkan pejabat tinggi kedua negara.
Trump melalui platform media sosialnya secara terbuka memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk segera menutup akses keluar-masuk Selat Hormuz.
Presiden AS tersebut bertujuan menghancurkan ranjau laut dan memastikan Iran tidak lagi mendapatkan keuntungan finansial dari jalur tersebut.
Ketegangan meningkat karena Trump mengancam akan meledakkan siapapun yang berani melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal Amerika Serikat.
“Mulai saat ini, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses BLOKADE terhadap setiap dan semua kapal yang mencoba masuk, atau meninggalkan, Selat Hormuz,” tegas Trump.
“Setiap warga Iran yang menembaki kami, atau kapal damai, akan diledakkan ke neraka!” lanjutnya dalam pernyataan tertulis yang sangat keras.
Tuduhan Pemerasan Global dan Sanksi
Washington juga menuduh Teheran melakukan praktik pemerasan global dengan memungut biaya tol ilegal kepada kapal-kapal negara tertentu.
Trump telah memerintahkan armadanya untuk mencegat setiap kapal di perairan internasional yang kedapatan membayar upeti kepada pemerintah Iran.
“INI ADALAH PEMERASAN DUNIA,” kata Trump memberikan penekanan pada tuduhannya terhadap sistem navigasi yang diterapkan pihak Teheran.
“Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kita untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar tol kepada Iran. Tidak ada seorang pun yang membayar tol ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Kami juga akan mulai menghancurkan ranjau yang dipasang Iran di selat tersebut,” tambahnya.
Selain blokade, Trump mengancam akan menghancurkan seluruh infrastruktur energi dan pembangkit listrik Iran hanya dalam waktu satu hari.
Ancaman tarif impor sebesar 50 persen juga disiapkan bagi Tiongkok jika negara tersebut terbukti membantu kekuatan militer Iran.
“Saya bisa menghancurkan Iran dalam satu hari. Saya bisa mengambil seluruh energi mereka, setiap pabrik mereka, pembangkit listrik mereka,” ujar Trump dalam sesi wawancara dengan Fox News.
Krisis ini berakar dari ketidaksepakatan Iran untuk menghentikan program nuklirnya yang dianggap berbahaya oleh delegasi Amerika Serikat.
Delegasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa mereka telah memberikan penawaran terbaik namun ditolak oleh Teheran.
“Saya selalu mengatakan, sejak awal, dan bertahun-tahun yang lalu, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!” tegas Trump kembali.
“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini,” pungkasnya tanpa merinci daftar negara yang akan beraliansi dengan Amerika.
Di sisi lain, Ghalibaf merasa inisiatif konstruktif yang dibawa Iran tidak direspons dengan rasa saling percaya oleh tim negosiator Amerika.
Perundingan di Pakistan ini sebenarnya merupakan pertemuan tingkat tertinggi antara kedua negara sejak pecahnya Revolusi Islam 1979.
Kini dunia mengkhawatirkan kenaikan harga energi secara drastis jika kontak senjata benar-benar pecah kembali di wilayah Teluk.
Pakistan sebagai tuan rumah terus mendesak kedua belah pihak agar tetap menghormati gencatan senjata sementara demi menghindari bencana kemanusiaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi
-
10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
-
Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan