-
Bita Hemmati menjadi wanita pertama yang terancam eksekusi mati akibat protes anti-rezim Iran.
-
Tuduhan keterlibatan dengan Amerika Serikat menjadi dasar utama vonis mati bagi para aktivis.
-
Krisis ekonomi dan kematian Ali Khamenei memicu tindakan represif pemerintah Iran terhadap demonstran.
Suara.com - Pemerintah Iran bersiap melaksanakan hukuman gantung terhadap Bita Hemmati yang menjadi pengunjuk rasa perempuan pertama dengan vonis mati.
Langkah hukum ekstrem ini diambil sebagai respons atas keterlibatannya dalam pemberontakan besar-besaran di Teheran pada Januari 2026.
Dikutip dari FOX, keputusan pengadilan ini menandai babak baru yang lebih gelap dalam upaya Teheran membungkam oposisi melalui instrumen hukum formal.
Vonis ini bukan sekadar hukuman pidana melainkan alat politik untuk memadamkan sisa-sisa semangat revolusi yang masih membara.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana sistem peradilan Iran digunakan untuk melegitimasi pembunuhan terhadap warga sipil yang kritis.
Bita Hemmati tidak sendirian dalam menghadapi ujung tali gantungan yang dipersiapkan oleh otoritas keamanan Iran tersebut.
Suaminya yang bernama Mohammadreza Majid-Asl turut dijatuhi hukuman serupa oleh Pengadilan Revolusi Teheran dalam berkas yang sama.
Laporan dari Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) menyebutkan bahwa tetangga mereka juga tidak luput dari jeratan hukum mati.
Dua saudara yang tinggal di gedung yang sama yakni Behrouz Zamaninejad dan Kourosh Zamaninejad ikut masuk daftar eksekusi.
Baca Juga: AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
Sementara itu seorang kerabat mereka bernama Amir Hemmati dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun oleh majelis hakim.
Tuduhan Spionase dan Penggunaan Kekuatan Militer
"Mohammadreza Majidi-Asl dan Bita Hemmati adalah pasangan yang tinggal di Teheran, dan Amir Hemmati adalah kerabat keduanya," ujar seorang sumber kepada HRANA.
"Kourosh Zamaninejad dan Behrouz Zamaninejad tinggal di gedung apartemen yang sama, dan penangkapan mereka terjadi secara bersamaan," lanjut sumber tersebut.
Hingga saat ini pihak berwenang di Teheran belum merilis jadwal pasti kapan proses eksekusi tersebut akan dilaksanakan.
Ketidakpastian tanggal eksekusi ini diyakini sebagai bentuk tekanan psikologis tambahan bagi para terpidana dan keluarga mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu