News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 12:20 WIB
Hunter Biden saat di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 20 Mei 2024. (Antara/Xinhua/Aaron Schwartz)
Baca 10 detik
  • Hunter Biden mengkritik gaya kepemimpinan Donald Trump yang dianggap mencoreng nilai-nilai luhur para pendiri bangsa Amerika Serikat.
  • Hunter menyoroti penggunaan kewenangan grasi Donald Trump yang dinilai jauh lebih masif dibandingkan jumlah pengampunan pemerintahan sebelumnya.
  • Kontroversi pemberian pengampunan penuh Joe Biden kepada putranya memicu desakan reformasi dan pembatasan wewenang grasi presiden Amerika.

Suara.com - Kritik pedas disampaikan oleh anak Presiden Joe Biden, Hunter Biden kepada Presiden AS, Donald Trump. Menurut Hunter, para bapak pendiri bangsa tentu malu, AS dipimpin sosok seperti Donald Trump.

“Saya tidak yakin para pendiri negara ini pernah membayangkan sosok seperti Donald Trump atau keluarganya,” ucapnya seperti dilansir dari NYPost.

Selain mengkritik soal gaya kepimpunan Trump, Hunter juga menyoroti soal penggunaan kewenangan grasi oleh Presiden Donald Trump, meski mengakui dirinya mendapat keuntungan dari keputusan serupa yang diambil ayahnya, Joe Biden.

Hunter menilai penggunaan kewenangan grasi oleh Trump jauh lebih masif dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Hunter menyebut jumlah pengampunan yang dikeluarkan Trump dalam waktu singkat menjadi perhatian serius.

“Ayah saya memberikan sekitar 80 pengampunan dalam empat tahun. Donald Trump memberikan lebih dari 1.500 dalam satu tahun,” katanya.

Sebelumnya, Joe Biden memberikan pengampunan penuh tanpa syarat kepada Hunter atas berbagai kasus hukum dalam rentang waktu satu dekade.

Mantan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. [Dok. Antara]

Keputusan itu memicu kritik luas, termasuk dari kalangan Partai Demokrat sendiri.

Hunter diketahui pernah dinyatakan bersalah atas kepemilikan senjata ilegal serta mengaku bersalah dalam kasus pajak bernilai jutaan dolar.

Baca Juga: Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

Gedung Putih saat itu berdalih bahwa Hunter menjadi target penegakan hukum yang tidak adil.

Isu reformasi kewenangan grasi kini kembali mencuat di Amerika Serikat.

Sejumlah pihak menilai perlu adanya pembatasan lebih ketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh presiden.

Namun hingga kini, belum ada proposal konkret yang disepakati, sementara perdebatan politik terkait isu ini diperkirakan akan terus berlanjut di tengah polarisasi yang semakin tajam.

Kontributor: Adam Ali

Load More