- Hunter Biden mengkritik gaya kepemimpinan Donald Trump yang dianggap mencoreng nilai-nilai luhur para pendiri bangsa Amerika Serikat.
- Hunter menyoroti penggunaan kewenangan grasi Donald Trump yang dinilai jauh lebih masif dibandingkan jumlah pengampunan pemerintahan sebelumnya.
- Kontroversi pemberian pengampunan penuh Joe Biden kepada putranya memicu desakan reformasi dan pembatasan wewenang grasi presiden Amerika.
Suara.com - Kritik pedas disampaikan oleh anak Presiden Joe Biden, Hunter Biden kepada Presiden AS, Donald Trump. Menurut Hunter, para bapak pendiri bangsa tentu malu, AS dipimpin sosok seperti Donald Trump.
“Saya tidak yakin para pendiri negara ini pernah membayangkan sosok seperti Donald Trump atau keluarganya,” ucapnya seperti dilansir dari NYPost.
Selain mengkritik soal gaya kepimpunan Trump, Hunter juga menyoroti soal penggunaan kewenangan grasi oleh Presiden Donald Trump, meski mengakui dirinya mendapat keuntungan dari keputusan serupa yang diambil ayahnya, Joe Biden.
Hunter menilai penggunaan kewenangan grasi oleh Trump jauh lebih masif dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
Hunter menyebut jumlah pengampunan yang dikeluarkan Trump dalam waktu singkat menjadi perhatian serius.
“Ayah saya memberikan sekitar 80 pengampunan dalam empat tahun. Donald Trump memberikan lebih dari 1.500 dalam satu tahun,” katanya.
Sebelumnya, Joe Biden memberikan pengampunan penuh tanpa syarat kepada Hunter atas berbagai kasus hukum dalam rentang waktu satu dekade.
Keputusan itu memicu kritik luas, termasuk dari kalangan Partai Demokrat sendiri.
Hunter diketahui pernah dinyatakan bersalah atas kepemilikan senjata ilegal serta mengaku bersalah dalam kasus pajak bernilai jutaan dolar.
Baca Juga: Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
Gedung Putih saat itu berdalih bahwa Hunter menjadi target penegakan hukum yang tidak adil.
Isu reformasi kewenangan grasi kini kembali mencuat di Amerika Serikat.
Sejumlah pihak menilai perlu adanya pembatasan lebih ketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh presiden.
Namun hingga kini, belum ada proposal konkret yang disepakati, sementara perdebatan politik terkait isu ini diperkirakan akan terus berlanjut di tengah polarisasi yang semakin tajam.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Trump Bakal Pecat Jerome Powell dari Bos The Fed
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!
-
Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda
-
Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?