Suara.com - Isu tentang kondisi mental Donald Trump sempat menjadi perbincangan luas setelah muncul analisis dari sekitar 27 psikiater dan ahli kesehatan mental.
Mereka menyoroti perilaku Trump di ruang publik, mulai dari cara berbicara hingga sikapnya dalam berbagai situasi politik yang penuh kontroversi.
Analisis tersebut kemudian dikumpulkan dalam sebuah buku yang membahas apakah perilaku Trump bisa dikaitkan dengan gangguan psikologis tertentu.
Lalu sebenarnya, apa saja hasil penilaian 27 psikiater ini terhadap kondisi mental Donald Trump? Berikut penjelasan lengkapnya, disadur dari The Journal of the American Academy of Psychiatry and the Law.
Awal Mula Kontroversi Penilaian Psikiater terhadap Donald Trump
Salah satu pemicu utamanya adalah munculnya buku berjudul "The Dangerous Case of Donald Trump", yang berisi pandangan dari sekitar 27 hingga 28 psikiater dan ahli kesehatan mental.
Mereka mencoba membaca kondisi psikologis Trump berdasarkan rekaman perilaku, pernyataan publik, dan gaya kepemimpinannya, tanpa melakukan pemeriksaan langsung.
Banyak pihak, termasuk sebagian psikiater, menyoroti gaya komunikasi Trump yang dianggap kasar, sering memancing konflik, dan cenderung impulsif dalam berbicara di depan publik.
Dalam berbagai diskusi dan tulisan yang kemudian dihimpun dalam buku tersebut, para psikiater mengamati pola perilaku Trump dari berbagai sumber terbuka.
Baca Juga: Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
Misalnya, pernyataan kontroversial terhadap negara lain, komentar yang dianggap merendahkan lawan politik, hingga cara merespons kritik yang sering kali emosional dan keras.
Dari pengamatan inilah muncul kekhawatiran bahwa perilaku tersebut bukan sekadar strategi politik, tetapi bisa mencerminkan adanya masalah dalam aspek psikologis.
Meski begitu, semua analisis tersebut tetap didasarkan pada observasi publik, bukan pemeriksaan medis langsung.
Hal ini pun sontak menuai kontroversi. Dalam dunia psikiatri terdapat aturan etika bernama Goldwater Rule, yang melarang dokter jiwa memberikan diagnosis terhadap tokoh publik tanpa pemeriksaan klinis.
Apa Kata 27 Psikiater terkait Kondisi Mental Donald Trump?
Dalam buku "The Dangerous Case of Donald Trump", para psikiater tidak memberikan satu kesimpulan tunggal yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong
-
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas
-
Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen
-
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
-
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini
-
Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil