-
Jutaan lebah menyerbu kota Netivot di Israel sehingga warga harus mengunci diri di rumah.
-
Otoritas setempat melarang penduduk mendekati kerumunan lebah yang menempel di kendaraan dan balkon.
-
Fenomena migrasi lebah ini dipicu oleh cuaca hangat dan proses pencarian sarang koloni baru.
Meskipun terlihat sangat mengancam bagi warga awam, para ahli berusaha memberikan penjelasan ilmiah terkait perilaku kolektif serangga tersebut.
Kejadian yang tidak biasa ini memicu perdebatan di media sosial, bahkan ada yang mengaitkannya dengan teks-teks keagamaan.
"Dan hal itu akan terjadi pada hari itu, bahwa Tuhan akan mendesis memanggil lalat yang ada di bagian sungai paling ujung di Mesir, dan bagi lebah yang ada di tanah Asyur," tulis salah satu pengguna mengutip Yesaya 7:18.
Kutipan tersebut merujuk pada narasi kuno tentang peringatan akan datangnya kekuatan dari luar yang akan menghakimi suatu wilayah.
Namun, dari sisi biologi, peningkatan suhu udara memang sering memicu aktivitas lebah menjadi jauh lebih agresif dan aktif.
Angin musim semi yang hangat di wilayah Timur Tengah mempercepat proses mekarnya bunga yang menjadi daya tarik bagi serangga.
Risiko Keamanan dan Penjelasan Pakar Lingkungan
Fenomena serupa sebenarnya pernah terjadi di berbagai belahan dunia lain, termasuk di wilayah Britania Raya pada tahun lalu.
Meskipun terlihat sangat menakutkan bagi manusia, lebah yang sedang berpindah sebenarnya sedang dalam kondisi mencari tempat tinggal baru.
Setiap kelompok besar yang terlihat di langit Netivot tersebut diperkirakan bisa terdiri dari puluhan ribu ekor individu lebah.
Para ahli menjelaskan bahwa lebah yang sedang dalam proses berpindah biasanya tidak seagresif lebah yang sedang menjaga sarang.
Tanpa adanya markas permanen atau sarang yang harus dipertahankan, tingkat bahaya sengatan massal sebenarnya bisa diminimalisir secara prosedur.
Kota Netivot merupakan pusat aktivitas ekonomi di bagian selatan Israel yang kini sedang berjuang mengatasi gangguan ekosistem mendadak ini.
Kejadian ini dimulai pada hari Rabu ketika gelombang serangga pertama kali terlihat memasuki area pusat perbelanjaan sebelum menyebar ke perumahan.
Otoritas lingkungan setempat saat ini sedang berkoordinasi dengan para peternak lebah profesional untuk merelokasi koloni tersebut tanpa merusak populasi.
Perubahan iklim dan transisi musim di wilayah tersebut diduga menjadi faktor utama yang mendorong migrasi besar-besaran serangga ini ke wilayah perkotaan.
Meskipun situasi masih dalam pemantauan, penduduk diminta tetap waspada hingga seluruh jalur transportasi dan area publik dinyatakan bersih dari lebah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam