- Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengunjungi Panipahan pada 16 April 2026 untuk meredakan ketegangan pasca unjuk rasa masyarakat.
- Kapolda menyampaikan permohonan maaf serta melakukan evaluasi kinerja aparat dan pergantian personel demi memulihkan kepercayaan masyarakat setempat.
- Upaya pencegahan narkoba dilakukan melalui pemberian bantuan ekonomi nelayan, edukasi sekolah, serta pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan.
Suara.com - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kamis (16/4/2026), usai mengukuhkan Duta Anti Narkoba di Pekanbaru.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah cooling system pasca aksi unjuk rasa yang sempat memanas di wilayah pesisir tersebut.
Didampingi Danrem 031/Wira Bima Brigjen Agustatius Sitepu dan Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, Kapolda disambut Bupati Rokan Hilir Bistamam bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Agenda utama adalah dialog terbuka guna menyerap aspirasi sekaligus meredakan ketegangan.
Dalam forum tersebut, Irjen Herry secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Panipahan.
“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Kami juga prihatin atas peristiwa yang terjadi,” ujarnya.
Ia mengakui adanya ketidakpuasan masyarakat yang menjadi catatan penting bagi institusi Polri.
Menurutnya, kejadian ini menjadi evaluasi serius terhadap kinerja aparat di lapangan, khususnya dalam penanganan persoalan narkoba.
“Peristiwa ini adalah wake-up call. Kami harus lebih hadir, mendengar, dan menindaklanjuti persoalan masyarakat secara nyata,” tegas lulusan Akpol 1996 tersebut.
Baca Juga: Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Kapolda juga menyoroti lemahnya komunikasi antara aparat dan masyarakat sebagai salah satu akar masalah.
Untuk itu, ia mendorong pembentukan kanal komunikasi terbuka agar aspirasi warga dapat tersampaikan tanpa harus berujung konflik.
Sebagai langkah konkret, Polda Riau telah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pergantian dan penempatan personel baru di Panipahan.
“Personel yang bertugas harus bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” katanya.
Transparansi juga ditunjukkan melalui pengecekan personel, termasuk tes urine di hadapan publik.
Langkah ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Berita Terkait
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
5 Fakta Kasus Pemerasan Gubernur Riau: dari OTT hingga Ajudan Jadi Tersangka
-
Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Ibadah Menjadi WNI: Mengapa Menertawakan Keadaan Jadi Tameng Terakhir Kita?
-
Solusi Finansial WNI di Taiwan, BRImo Hadir Permudah Transaksi Lintas Negara
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras