News / Nasional
Jum'at, 17 April 2026 | 08:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto gelar rapat terbatas. (Instagram/@@sekretariat.kabinet)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Kabinet Merah Putih pada 16 April 2026 di Jakarta.
  • Agenda utama rapat adalah percepatan program strategis nasional seperti pendidikan, ketahanan pangan, dan hilirisasi industri berkelanjutan.
  • Pertemuan tersebut bertujuan mengintegrasikan hasil diplomasi luar negeri menjadi kebijakan domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, Kamis, 16 April 2026. 

“Sepulang dari lawatan kenegaraan ke Rusia dan Prancis, Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Terbatas yang dihadiri oleh sejumlah anggota Kabinet Merah Putih,” Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis yang diunggah, Jumat (17/4/2026).

Prabowo menekankan pentingnya percepatan implementasi program-program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah. 

Fokus pembahasan mencakup sektor pendidikan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, hingga pemanfaatan sampah menjadi energi sebagai bagian dari upaya transformasi ekonomi berkelanjutan.

Teddy menegaskan ratas tersebut menjadi forum strategis untuk mengintegrasikan hasil diplomasi Prabowo selama kunjungan luar negeri ke dalam kebijakan domestik yang konkret dan terukur.

“Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti hasil penguatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara mitra, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional ke depan,” kata Teddy.

Sejumlah menteri yang hadir dalam ratas, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sekretaris Kabinet, serta Chief Technology Officer (CTO) Danantara.

Load More