- Jenderal AS Dan Caine mengumumkan perluasan blokade maritim terhadap kapal-kapal Iran hingga ke wilayah Indo-Pasifik, termasuk di sekitar Selat Malaka yang berbatasan dengan Indonesia.
- Kapal perang raksasa USS Miguel Keith terdeteksi telah memasuki wilayah Selat Malaka setelah bertolak dari Jepang untuk menjalankan misi pencegatan terhadap tanker pengangkut minyak Iran.
- Langkah agresif Washington ini memicu kekhawatiran akan gangguan stabilitas keamanan di Asia Tenggara karena AS memindahkan zona konflik maritimnya jauh melampaui wilayah Timur Tengah.
Suara.com - Kehadiran kapal perang Amerika Serikat, USS Miguel Keith, yang terdeteksi mondar-mandir di dekat perairan Indonesia kini memicu kekhawatiran serius setelah Washington secara terbuka menyatakan akan memperluas operasi blokade maritim mereka hingga ke wilayah Indo-Pasifik.
Berdasarkan pernyataan Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, militer Amerika Serikat kini mulai mengincar kapal-kapal yang berafiliasi dengan Iran di sepanjang Selat Malaka yang berbatasan langsung dengan kedaulatan Indonesia.
Aksi provokatif ini seolah menunjukkan ambisi arogan Washington untuk memutus jalur perdagangan energi global dengan dalih memburu armada "dark fleet" yang mengangkut minyak dari Republik Islam Iran.
Operasi Perburuan Tanker di Selat Malaka
Menyitat Caliber, Jenderal Dan Caine mengungkapkan bahwa pasukannya akan mengejar kapal-kapal tersebut jauh melampaui wilayah Timur Tengah demi memaksakan sanksi sepihak yang mereka tetapkan.
Ia menegaskan bahwa unit tempur Amerika Serikat sudah mulai melakukan aktivitas pencegatan di wilayah Indo-Pasifik terhadap kapal-kapal yang berangkat sebelum blokade resmi diberlakukan.
“Kami juga melakukan tindakan dan aktivitas intersepsi maritim serupa di wilayah tanggung jawab Pasifik terhadap kapal-kapal yang meninggalkan area tersebut sebelum kami memulai blokade,” kata Caine.
Wilayah Indo-Pasifik, khususnya titik labuh jangkar di dekat Selat Malaka, memang dikenal sebagai salah satu konsentrasi terbesar bagi tanker "dark fleet" yang mengangkut minyak legal milik Iran.
Para ahli militer meyakini bahwa Washington sedang mencoba mereplikasi taktik kotor yang sebelumnya mereka gunakan untuk melumpuhkan ekonomi Venezuela di wilayah lain.
Baca Juga: Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat
USS Miguel Keith Menuju Jalur Vital RI
Charlie Brown, seorang penasihat senior di United Against Nuclear Iran, memprediksi bahwa Amerika Serikat akan melakukan manuver berbahaya di perairan internasional demi mendapatkan kebebasan operasional.
“AS sebelumnya mencegat tanker-tanker yang dikenai sanksi jauh dari wilayah terdekat Venezuela, termasuk di Samudra Hindia,” kata Brown.
“Di situlah saya mengharapkan aktivitas serupa: di perairan internasional di mana AS memiliki kebebasan operasional untuk bermanuver dan lebih sedikit kendala,” tambahnya.
Fokus dunia kini tertuju pada pergerakan USS Miguel Keith, sebuah kapal pangkalan laut ekspedisi raksasa yang ukurannya hampir menyamai kapal induk kelas Nimitz.
Citra satelit terbaru, sebagaimana laporan CNN, menunjukkan USS Miguel Keith sedang bergerak menuju Selat Malaka setelah sebelumnya bertolak dari Sasebo, Jepang, pada awal April lalu.
Berita Terkait
-
Penembakan Massal di AS Ternyata Dipicu Konflik Rumah Tangga
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Iran Restock Rudal dan Drone saat Donald Trump Sibuk 'Omon-omon'
-
Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus 96 Dolar AS
-
Iran Bersedia Negosiasi tapi Siap Perang! Teheran Ogah Tunduk pada Tipu Daya AS
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus
-
Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
-
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental
-
Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0
-
BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud
-
Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!
-
Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026
-
Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!
-
Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja