- Jenderal Majid Mousavi mengeklaim kecepatan pengisian stok rudal dan drone Iran saat ini melampaui level sebelum perang, sementara menuding stok amunisi AS mulai menipis.
- Donald Trump menuduh Iran mencoba memeras AS lewat ancaman penutupan Selat Hormuz dan bersumpah mempertahankan blokade laut hingga Iran menyerah soal program nuklir.
- Iran sedang meninjau proposal perdamaian baru dari AS yang dibawa oleh mediator Pakistan, namun menegaskan tidak akan memberikan kompromi yang merugikan negara.
Suara.com - Di saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump sibuk melontarkan retorika manis ke publik, Republik Islam Iran bergerak cepat memperkuat persediaan tempur mereka dengan menimbun stok rudal dan drone secara masif.
Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi, mengeklaim intensitas pengisian ulang platform peluncuran senjata mereka selama periode gencatan senjata ini telah melampaui level sebelum perang dimulai.
Teheran tampaknya tidak ingin terbuai dengan diplomasi "omon-omon" Washington, mengingat militer Amerika Serikat masih bersikeras mempertahankan blokade laut yang ilegal di perairan strategis Selat Hormuz.
Persiapan Tempur di Tengah Gencatan Senjata
Jenderal Majid Mousavi menegaskan bahwa pasukannya sedang dalam kondisi kesiagaan operasional tertinggi meski pembicaraan damai sedang diupayakan oleh berbagai pihak.
Melalui unggahan video yang menunjukkan aktivitas pemeliharaan dan rekonstruksi tumpukan rudal, Mousavi memberikan pesan yang sangat menohok bagi militer Amerika Serikat.
"Selama periode gencatan senjata, kecepatan kami dalam memperbarui dan mengisi ulang platform peluncuran rudal dan drone bahkan lebih besar daripada sebelum perang," tegas sang jenderal dikutip dari Tasnim News, Senin (20/4/2026).
Ia bahkan menyindir kondisi militer Amerika Serikat yang dianggapnya sudah kehabisan napas dan kesulitan dalam menyediakan logistik tempur bagi pasukannya sendiri di kawasan.
"Kami memiliki informasi bahwa musuh tidak mampu menciptakan kondisi seperti itu untuk dirinya sendiri dan terpaksa mendatangkan amunisi dari belahan dunia lain secara perlahan-lahan," tambah Mousavi.
Baca Juga: Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Arogansi Donald Trump di Ruang Oval
Di belahan dunia lain, Donald Trump justru menanggapi manuver kedaulatan Iran dengan nada meremehkan sekaligus arogan.
Berbicara dari Gedung Putih, Trump memperingatkan Teheran agar tidak mencoba "memeras" Amerika Serikat melalui ketegangan di Selat Hormuz.
"Kami sedang berbicara dengan mereka. Mereka ingin menutup selat itu lagi — Anda tahu, seperti yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun — dan mereka tidak bisa memeras kami," ujar Trump dikutip dari NDTV.
Meski melontarkan ancaman, Trump secara kontradiktif menunjukkan optimisme bahwa kesepakatan akan segera tercapai dalam waktu dekat.
Trump bahkan menyebut taktik diplomasi Iran selama ini sebagai tindakan yang "sedikit lucu" bagi pemerintahan Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Bela Paus Leo XIV, Menlu Prancis Anggap Pernyataan Donald Trump Tidak Bisa Diterima
-
Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus 96 Dolar AS
-
Iran Bersedia Negosiasi tapi Siap Perang! Teheran Ogah Tunduk pada Tipu Daya AS
-
Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat
-
AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
-
Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas
-
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan
-
Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian
-
Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan